Dolar AS Tergelincir Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik Timur

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Sinyal yang saling bertentangan mengenai kemungkinan penyelesaian konflik membuat sentimen pasar masih rapuh.

Dolar AS Tergelincir Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik Timur. Foto: Freepik.

IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada Rabu (11/3/2026). Para trader memilih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait perang AS–Israel versus Iran. Sinyal yang saling bertentangan mengenai kemungkinan penyelesaian konflik membuat sentimen pasar masih rapuh.

Melansir Reuters, indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 98,876, sedikit menjauh dari level tertinggi tiga bulan yang dicapai pada Senin.

Baca Juga:
32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Gelombang Pertama Sudah Tiba di Indonesia

Euro terakhir diperdagangkan di USD1,16205 pada awal sesi Asia. Pound sterling naik 0,12 persen menjadi USD1,34305.

Sementara itu, dolar Australia (Aussie) tetap berada dekat level tertinggi hampir empat tahun yang dicapai pada Selasa, terakhir diperdagangkan di USD0,713.

Baca Juga:
Pemerintah Minta Masyarakat Tak Khawatir Stok Pangan dan Energi di Tengah Perang AS vs Iran

Pasar global sebelumnya bertaruh Presiden AS Donald Trump akan segera mengakhiri konflik tersebut, tetapi Trump juga berulang kali mengancam akan menyerang Iran secara keras jika negara itu mencoba menghentikan aliran pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Baca Juga:
Perang AS vs Iran Belum Berakhir, Wamenhaj Imbau Jamaah Tunda Ibadah Umrah

Dolar AS, yang sempat melonjak karena perang mendorong harga minyak naik, kini tergelincir dengan harapan adanya penyelesaian cepat. Namun para analis tetap skeptis konflik ini akan segera berakhir.

“Kami memperkirakan perang ini akan berlangsung berbulan-bulan, bukan hanya beberapa minggu, meskipun tingkat ketidakpastiannya sangat tinggi,” kata senior currency strategist di Commonwealth Bank of Australia, Kristina Clifton.

Perkembangan yang sangat cepat di Timur Tengah membuat para trader kesulitan menentukan harga risiko yang tepat, sehingga untuk saat ini mereka memilih menunggu.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Hari Ini: 11 Maret 2026 di Semarang, Semangat Bangun Pagi untuk Ibadah!
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tertinggal Jauh dari Mercedes yang Mendominasi F1 GP Australia 2026, Max Verstappen Mengaku Tak Terkejut, Ia Sudah Tahu...
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Terima Setoran Bandar Narkoba, Dua Polisi Polres Toraja Utara Dipecat
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Kecam Serangan AS dan Israel
• 30 menit lalupantau.com
thumb
Penampakan Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR, 2 Mobil Ringsek
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.