Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan ASIsrael

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Korea Utara resmi mendukung penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran baru-baru ini.
  • KCNA melaporkan bahwa Pyongyang mengecam serangan ilegal AS dan Israel terhadap wilayah kedaulatan Iran.
  • Pernyataan ini menegaskan penghormatan Pyongyang terhadap hak kedaulatan rakyat Iran memilih pemimpin mereka.

Suara.com - Korea Utara menyatakan dukungan terhadap penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Pada saat yang sama, Pyongyang kembali melontarkan kecaman terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang disebutnya sebagai tindakan ilegal.

Laporan dari Korean Central News Agency (KCNA) pada Rabu (11/3/2026) menyebutkan bahwa juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan sikap negaranya yang menghormati keputusan Iran dalam memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.

Mojtaba merupakan putra dari mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada awal pecahnya konflik, 28 Februari lalu.

“Terkait pengumuman resmi terbaru bahwa Majelis Ahli Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih Pemimpin Tertinggi mereka,” demikian KCNA mengutip pernyataan juru bicara kementerian tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, Pyongyang juga mengungkapkan keprihatinan serius terhadap eskalasi konflik yang terjadi.

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam dan dengan tegas mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel, yang dengan meluncurkan serangan militer melanggar hukum terhadap Iran telah merusak fondasi perdamaian dan keamanan kawasan serta meningkatkan ketidakstabilan dalam tatanan internasional,” kata juru bicara tersebut.

Lebih lanjut, serangan tersebut dinilai telah mengganggu sistem politik dan integritas teritorial suatu negara.

Menurutnya tindakan semacam itu tidak dapat diterima dan harus dikutuk serta ditolak oleh seluruh dunia.

Baca Juga: Amerika Serikat Mulai Nantang Rusia, Peringatkan Kremlin Tak Ikut Campur Perang Iran

Korea Utara sebelumnya juga telah mengecam operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan terhadap Iran sekitar 12 hari lalu.

Saat itu, Pyongyang menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku seperti gangster di kawasan Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harta Kekayaan Muhammad Fikri Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Total Rp19,5 Miliar
• 22 jam laludisway.id
thumb
Banser NU Kembali Padati PN Jaksel Jelang Sidang Putusan Praperadilan Eks Menag Yaqut
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Tragedi Bantargebang Disebut Terbesar Kedua, Menteri LH Desak Praktik Open Dumping Segera Dihentikan
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Sambut Medcom Goes to School, Kepsek SMAN 34 Jakarta: Ini Anugerah Bagi Kami
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Drainase Proyek Tersumbat di Tamansari Bogor Picu Banjir-Batu Berserakan
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.