Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis olahraga senior Belanda melontarkan kritikan pedas kepada direktur teknik Ajax Amsterdam, Jordi Cruyff. Dia juga menyinggung perekrutan Maarten Paes.
Kiper Timnas Indonesia itu baru bergabung dengan klub ibu kota Belanda pada bursa transfer musim dingin lalu. Dia ditebus dengan harga sekitar 1 juta euro dari klub Amerika Serikat, FC Dallas.
Paes direkrut sebagai kiper pelapis untuk menggantikan Remko Pasveer yang hengkang ke Heracles Almelo. Namun, sang penjaga gawang berusia 27 tahun langsung menjadi starter imbas cedera Vitezslav Jaros pada akhir Februari lalu.
Maarten Paes kini sudah melalui tiga pertandingan bersama Ajax. Namun, dia tidak pernah merasakan kemenangan dengan catatan dua hasil imbang dan satu kekalahan.
- Instagram @maartenpaes
Satu kekalahan itu terjadi pada akhir pekan lalu ketika De Amsterdammer dihantam dengan skor 1-3 oleh FC Groningen. Kekalahan itu membuat Fred Grim dicopot sebagai pelatih tim senior, diturunkan menjadi tim Jong Ajax.
Sebagai gantinya, Jordi Cruyff mempromosikan Oscar Garcia dari Jong Ajax untuk melatih tim senior. Anak dari legenda Timnas Belanda itu juga menjabat sebagai penasihat teknis di Timnas Indonesia.
Cruyff baru mulai menjabat di Ajax pada Februari lalu. Namun, performanya sejauh ini menjadi bahan kritikan di Belanda.
Jurnalis olahraga senior Belanda, Henk Spaan, menulis untuk Het Parool dan mengkritik Cruyff. Menurutnya, kinerja Cruyff dari hari pertama sudah buruk.
"Sejak hari pertama, direktur teknik baru itu langsung mempertimbangkan transfer pemain Spanyol yang direkrutnya," tulis Spaan, dilansir dari Voetbal Primeur.
"Hal itu menunjukkan betapa besarnya kekosongan kekuasaan di dalam klub saat itu sehingga ia diberi izin untuk merekrut empat pemain Spanyol untuk tim kedua. Itu tidak terjadi dalam kehidupan normal, bukan?" lanjut Spaan.
Lebih lanjut, Spaan mengkritik rekrutan pertama Cruyff yang mana adalah Maarten Paes. Menurutnya, sang kiper Timnas Indonesia tidak memberikan kesan baik sejauh ini.
"Pada saat itu, jika saya adalah Grim, saya pasti sudah melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. Bukan hanya satu, tetapi empat orang di belakang pintu, dan mereka juga berbicara bahasa Spanyol. Pemain pertama yang direkrut Jordi adalah Maarten Paes. Dia tidak memberikan kesan yang baik," tulis Spaan.




