Liputan6.com, Jakarta - Gaya hidup ramah lingkungan saat ini menjadi tren di kalangan masyarakat sebagai bentuk kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sebagai upaya mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap alam.
Gaya hidup ini tercermin melalui berbagai praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menggunakan produk yang dapat digunakan kembali, hingga menghemat energi dan air.
Advertisement
Maraknya fenomena lingkungan yang terjadi beberapa tahun terakhir membuat masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan.
Selain bermanfaat bagi lingkungan, gaya hidup ramah lingkungan juga berdampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup individu.
Salah seorang Pegiat Lingkungan Astri Puji Lestari mengatakan, untuk memulai gaya hidup yang ramah lingkungan dapat dimulai melalui hal sederhana.
Menurutnya, sosial media dapat menjadi medium utama untuk menyebarkan edukasi dan informasi berbagai langkah sederhana untuk menjaga kelestarian alam.
"Aku mulai cerita di sosial media bagaimana aku mengolah sampah, bagaimana aku mengolah makanan sisa, bagaimana aku memperlakukan barang supaya umurnya lama, bijak berkomsumsi dan segala macam. Aku yakin apapun yang kita share dan lakuin itu akan memengaruhi semua kehidupan di sekitar kita," ujar Astri, melansir Antara.
Menurutnya, untuk membangun kesadaran banyak orang memulai hidup ramah lingkungan butuh tahapan yang cukup panjang.
"Jadi mungkin memang dibutuhkan waktu untuk orang-orang akhirnya bisa adaptif terhadap kondisi bumi kita yang tidak sama lagi dengan tahun bapak ibu kita. Sehingga perlu ada respons-respons yang berbeda juga," terangnya.




