Bisnis.com, JAKARTA – Emiten minyak dan gas, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) memperoleh pinjaman kredit bernilai jumbo dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) Ltd. cabang Singapura pada Selasa (10/3/2026).
Corporate Secretary Medco Siendy K. Wisandana menerangkan bahwa nilai pokok pinjaman tersebut senilai US$100 juta. Dengan asumsi rupiah dibanderol seharga Rp16.866 per dolar AS pada hari ini, nilai pinjaman tersebut setara dengan Rp1,68 triliun.
“Fasilitas kredit dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Singapore Branch kepada perseroan dan/atau Medco Energi Global Pte. Ltd., diberikan dengan tujuan untuk general corporate purposes,” katanya dalam keterbukaan informasi, Rabu (11/3/2026).
Pinjaman ini memiliki tenggat jatuh tempo hingga 60 bulan sejak 10 Maret 2026 sebagai tanggal penandatanganan perjanjian antara kedua belah pihak.
Siendy menegaskan bahwa informasi mengenai pinjaman ini tidak memiliki dampak khusus terhadap kinerja perseroan.
”Tidak terdapat dampak khusus atas penyampaian keterbukaan informasi ini, mengingat penyampaian keterbukaan informasi ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan POJK No. 45 dan pemenuhan pelaporan berdasarkan POJK No. 42,” katanya.
Adapun sepanjang periode Januari—September 2025, MEDC membukukan kinerja yang susut. Pendapatannya susut 1,46% ke US$1,76 miliar. Sementara itu, laba bersih perseroan susut menjadi hanya US$85,65 juta.
Melansir laporan keuangannya, mayoritas segmen pendapatan kontrak Medco hingga kuartal III/2025 meningkat secara tahunan. Hanya saja, kontributor terbesar dari segmen minyak dan gas (migas) mengalami penyusutan.
Selama 9 bulan 2025, pendapatan dari migas turun tipis 0,76% year-on-year (YoY) menjadi US$1,59 miliar. Angka ini berkontribusi atas 92,97% dari total pendapatan Medco dari kontrak dengan pelanggan.
Berikutnya untuk segmentasi pendapatan kontrak lainnya, segemen konstruksi mencatatkan pendapatan sebesar US$15,46 juta, atau turun 79,11% YoY dibandingkan US$74,02 juta dalam periode yang sama tahun lalu.
Sisanya, seluruh segmen mengalami pertumbuhan. Kontrak penjualan listrik naik 61,84% YoY dari US$34,17 juta menjadi US$55,30 juta, kontrak operasi dan jasa pelayanan meningkat 48,83% YoY dari US$18,74 juta menjadi US$27,89 juta, dan kontrak penjualan jasa lainnnya melesat 161,20% YoY dari US$8,48 juta menjadi US$22,15 juta.
Sementara dari sisi neraca keuangan, per September 2025, MEDC membukukan total liabilitas senilai US$6,03 miliar, membengkak dibandingkan US$5,57 miliar pada akhir 2024. Sementara itu, ekuitas MEDC hanya tercatat senilai US$2,38 miliar, tumbuh tipis dibandingkan dengan US$2,35 miliar pada Desember 2024.
Sementara itu, total aset perseroan mencapai US$8,42 miliar, naik dibanding US$7,92 miliar pada Desember 2024. Dengan begitu, total pinjaman yang diperoleh MEDC dari HSBC Singapura hanya mencerminkan 1,19% dari total aset perseroan.





