JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin Djuhari berseloroh soal kepemilikan dua wakil menteri di instansi yang dia pimpin.
Hal tersebut disampaikan Mukhtarudin saat berpidato dalam acara peresmian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Gedung Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2026).
Mulanya, Mukhtarudin menyapa satu per satu tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari perwakilan Kemenko PMK, Kemenko Perekonomian, Kementerian UMKM, hingga lembaga penyalur.
Baca juga: KP2MI: Iran Bukan Negara Penempatan, Belum Ada Laporan PMI Terdampak Konflik
Setelahnya dia menyapa Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, yang disebut telah bekerja keras untuk program KUR bagi calon PMI ini.
“Saya didampingi juga yang hadir, terima kasih Ibu Wamen, Ibu Christina Aryani. Terima kasih. Saya memang urusan KUR, saya serahkan ke dia sebenarnya, saya bagian launching-nya saja,” kata dia.
“Jadi yang rapat, yang negosiasi, yang itu ini, ini melalui Ibu Christina. Itulah enaknya kalau jadi menteri ada dua Wamen. Dan dua Wamennya pintar-pintar, jadi tidak pusing kepala menterinya,” tambah dia.
Baca juga: Menteri P2MI Mengaku Sedang Benahi Akar Masalah PMI, Cegah Masyarakat Jadi Korban TPPO
Kemudian, Mukhtarudin kembali menyapa para pejabat Kementerian P2MI yang lain dan turut terlibat dalam program KUR ini.
Mukhtarudin menuturkan, KUR Penempatan PMI merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat akses pembiayaan bagi calon PMI sekaligus meningkatkan pelindungan selama proses penempatan ke luar negeri.
Melalui skema ini, calon PMI dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp 100 juta dengan bunga 6 persen untuk berbagai kebutuhan penempatan, seperti pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengurusan visa kerja, tiket keberangkatan, dan akomodasi.
"Sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi calon PMI agar tidak lagi terbebani biaya yang berlebihan, pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau,” ujar dia.
Baca juga: Menteri P2MI: PMI di Iran Tidak Ada Masalah
Politikus Golongan Karya (Golkar) itu menyebut, PMI berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional serta menjadi bagian penting dari upaya pembangunan.
"Karena itu negara harus memastikan setiap calon pekerja migran memperoleh akses informasi, pembiayaan yang adil, serta pelindungan sejak tahap awal proses penempatan," tegas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




