JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 24 juta warga akan melaksanakan mudik Lebaran 2026 menggunakan sepeda motor.
Tingginya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor ini berpotensi menimbulkan kepadatan di jalur arteri dan jalan penghubung antardaerah pada saat arus mudik.
“Secara nasional, dari sisi pilihan moda, mobil pribadi masih menjadi sarana utama pemudik dengan 76,24 juta orang, diikuti oleh sepeda motor 24,08 juta dan bis 23,34 juta,” ujar Dudy dalam rapat koordinasi persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Gedung DPR RI, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Komisi V Soroti Macet Mudik Tak Pernah Teratasi: Tol Jakarta-Merak hingga Merak-Bakauheni
Menurut dia, sebagian besar pemudik yang menggunakan mobil pribadi akan melintasi jalan tol, sedangkan pengendara sepeda motor cenderung memilih jalur alternatif di luar jalur utama.
“Sebagian besar pengguna mobil memanfaatkan jalan tol, mencapai sebesar 50,63 juta orang. Adapun pengendara sepeda motor cenderung memilih jalur alternatif di luar jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang, sehingga berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas arteri dan penghubung antar wilayah,” ungkap Dudy.
Secara keseluruhan, pemerintah memproyeksikan jumlah pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Baca juga: Pemudik Berhenti di Bahu Jalan, Siap-siap Didatangi Petugas
Dudy menjelaskan, pergerakan terbesar pemudik diperkirakan berasal dari Jawa Barat sekitar 30,97 juta orang.
Angka itu disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Sementara dari sisi tujuan, arus mudik paling besar diperkirakan menuju Jawa Tengah dengan jumlah 38,71 juta orang.
Setelah itu, disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Pada tingkat kabupaten/kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur sebesar 2,56 juta orang, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di wilayah Jawa Tengah,” kata Dudy.
Baca juga: Tekan Fatalitas Kecelakaan, Pemudik Diminta Disiplin Berkendara
Dalam lingkup wilayah Jabodetabek, daerah asal pergerakan terbesar berasal dari Kabupaten Bogor dengan 5,35 juta orang, disusul Kabupaten Tangerang.
“Sedangkan provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah,” kata Dudy.
Selain memetakan pergerakan masyarakat, Kementerian Perhubungan juga memproyeksikan sejumlah simpul transportasi yang akan mengalami lonjakan penumpang.
“Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno-Hatta, dan tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno-Hatta. Untuk Stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen, dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu,” ucap Dudy.





