SLEMAN, KOMPAS – Arus mudik kendaraan menuju Yogyakarta di Jalan Tol Solo-Yogyakarta akan keluar di Gerbang Tol Prambanan. Adapun Gerbang Tol Purwomartani yang difungsikan nanti hanya diperuntukkan bagi arus kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Solo.
Hal itu diungkapkan Kepala Biro Operasional Polda DIY Komisaris Besar Rendra Radita Dewayana saat meninjau kesiapan ruas tol Prambanan-Purwomartani, Rabu (11/3/2026). Ruas itu merupakan bagian dari Jalan Tol Solo-Yogyakarta Seksi I (Kartasura-Purwomartani) yang membentang sepanjang 42,38 kilometer.
Ruas Prambanan-Purwomartani menghubungkan wilayah Kecamatan Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan Kecamatan Kalasan di Kabupaten Sleman, DIY. Ruas sepanjang 11,5 km itu akan difungsikan terbatas mulai 16 Maret-29 Maret 2026.
Rendra menjelaskan, ruas tol Prambanan-Purwomartani dengan Gerbang Tol (GT) Purwomartani, Kalasan, akan difungsikan untuk arus kendaraan keluar dari DIY. Artinya, bagi kendaraan yang menuju DIY, akses keluarnya tetap berada di GT Prambanan.
Hal ini juga berlaku saat arus balik nanti. Kendaraan dari arah DIY bisa memakai ruas tol itu untuk menuju Solo, Semarang, Surabaya, hingga Jakarta.
Karena itu kami fokuskan pengamanan ke titik-titik wisata dan jalur-jalur yang mengarah ke luar DIY.
Rendra mengatakan, kepolisian sudah menyiapkan berbagai skema pengaturan jika terjadi kepadatan arus lalu lintas di jalur tol maupun non-tol. Salah satunya menempatkan tim pengurai di titik-titik rawan macet.
Selain arus mudik dan balik, Rendra mengatakan, kepolisian juga mengantisipasi arus liburan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas. Arus liburan ini biasanya terjadi setelah hari Idul Fitri hingga masa liburan berakhir.
“Karena itu kami fokuskan pengamanan ke titik-titik wisata dan jalur-jalur yang mengarah ke luar DIY,” tutur Rendra.
Sementara itu, Manajer Pengendalian Paket 1.2 Jalan Tol Solo-Yogyakarta Bachtiar Yusuf menjelaskan, kesiapan fisik ruas Prambanan-Purwomartani sudah mencapai 95 persen. Pekerjaan tinggal menyisakan sentuhan akhir sebelum difungsikan pada 16 Maret nanti.
Berbagai kelengkapan jalur, seperti guard rail (pagar tepian jalan) dan rambu-rambu lalu lintas juga sudah disiapkan. Kecepatan maksimal di jalur fungsional ini adalah 40 km per jam.
Namun, Bachtiar mengatakan, fasilitas penerangan jalan belum optimal. Hal ini membuat jam operasional jalur itu dibatasi, yakni hanya pada pukul 06.00-18.00 WIB. Tol fungsional ini pun masih gratis atau tidak dipungut biaya.
Bachtiar mengatakan, ruas Prambanan-Purwomartani hanya diperuntukkan bagi arus kendaraan dari DIY menuju Solo karena pertimbangan akses keluar di Jalan Nasional Yogyakarta-Solo yang belum optimal. Belum ada U-turn atau putaran balik yang memadai untuk arus keluar kendaraan dari tol menuju Kota Yogyakarta.
“Kondisi di simpang sebidang itu optimalnya memerlukan U-turn. Tapi, sekarang belum memungkinkan dibuat U-turn dan juga sesuai keputusan rapat kemarin, ini sementara dibuka untuk kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Solo,” ujar Bachtiar.
GT Purwomartani merupakan ujung dari Seksi I Tol Solo-Yogyakarta yang menghubungkan Kartasura-Purwomartani sepanjang total 42,38 km. Di Kartasura, ruas tol itu terhubung dengan Tol Semarang-Solo dan Tol Solo-Ngawi.
Pembangunan Tol Solo-Yogyakarta masih akan dilanjutkan hingga tersambung dengan Tol Yogyakarta-Bawen. Kemudian, konstruksi jalur juga akan diteruskan sampai Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo.





