- Kabaharkam Polri memaparkan strategi pengamanan dua hari raya besar yang bersamaan pada Maret 2026 kepada Komisi III DPR RI.
- Operasi Ketupat Agung di Bali membatasi takbiran hanya pukul 18.00-21.00 WITA demi menghormati Nyepi penuh khidmat.
- Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 melibatkan 89.228 personel untuk mengamankan mudik, termasuk menyiapkan ambulans udara.
Suara.com - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, memaparkan strategi komprehensif terkait pengamanan dua hari raya besar yang jatuh hampir bersamaan pada Maret 2026.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Rabu (11/3/2026).
Karyoto menyoroti tantangan unik di Provinsi Bali serta kesiapan Operasi Ketupat secara nasional.
Tahun 2026 menjadi momen krusial lantaran Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 jatuh pada 19 Maret, sementara Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret.
Khusus untuk wilayah Bali, Polri melalui Polda Bali menggelar Operasi Ketupat Agung Kewilayahan. Karyoto menjelaskan bahwa malam takbiran Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi.
Guna menjaga kerukunan, sebuah seruan bersama telah ditandatangani oleh FKUB, Kemenag, Kapolda, Danrem, hingga Gubernur Bali.
"Nyepi akan dilaksanakan penuh khidmat mulai 19 Maret pukul 06.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA. Seluruh aktivitas umum, transportasi, hingga data seluler akan dihentikan," ujar Karyoto.
Terkait pelaksanaan malam takbiran, Karyoto menegaskan bahwa kegiatan tersebut tetap diizinkan namun dengan batasan ketat demi menghormati umat Hindu.
"Takbiran dilaksanakan di masjid atau musala terdekat, berjalan kaki tanpa pawai kendaraan, tanpa petasan, dan pengeras suara tidak berlebihan. Waktu dibatasi dari pukul 18.00 hingga 21.00 WITA," jelasnya.
Baca Juga: Perbedaan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Taqabbal Ya Karim, Ketahui Artinya
Selain itu, Polri juga mengantisipasi jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai yang kemungkinan terhambat oleh penempatan ogoh-ogoh di bahu jalan saat upacara Tawur Kesanga pada 18 Maret.
Personel Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk melakukan koordinasi dengan aparat desa agar jalur utama tetap bisa diakses pemudik. Di Bali sendiri, dikerahkan 2.125 personel yang tersebar di 26 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu.
Secara nasional, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 89.228 personel Polri dikerahkan, dibantu oleh TNI, Dishub, dan Satpol PP untuk mengamankan jalur utama, terminal, pelabuhan, hingga pusat keramaian.
Karyoto memastikan berbagai rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow akan diterapkan di titik-titik krusial. Selain fokus pada kemacetan dan kriminalitas seperti penjambretan di jalur mudik, Polri juga menyediakan fasilitas medis darurat.
"Khusus dari Baharkam Polri, kami menyiapkan dua ambulans udara yang bisa digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden darurat dalam perjalanan mudik. Saat ini, fasilitas ambulans udara tersebut disiagakan di Pulau Jawa," ungkapnya.
Melalui persiapan matang ini, Polri berharap perayaan Nyepi di Bali berjalan khusyuk dan jutaan pemudik di seluruh Indonesia dapat sampai ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.




