FAJAR, BELU – Piche Kota resmi ditahan Polres Belu usai dirawat di rumah sakit. Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini terseret kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA.
Polisi menjebloskan tersangka ke sel tahanan menyusul dua rekan lainnya dalam kasus yang sama. Penahanan dilakukan mulai dini hari tadi guna mempercepat proses hukum ke jenjang persidangan.
Penyanyi lulusan ajang Indonesian Idol 2025 tersebut kini resmi menjadi penghuni ruang tahanan Polres Belu, Rabu (11/3/2026), setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila.
Pihak kepolisian memutuskan untuk melakukan penahanan sesaat setelah hasil tes kesehatan Piche keluar. Sebelumnya, sang artis sempat menjalani perawatan intensif selama sepekan di RSUD Belu akibat keluhan sakit lambung dan vertigo. Namun, tim medis kini menyatakan kondisinya telah pulih dan layak menjalani masa tahanan.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Putra Astawa, mengonfirmasi bahwa penahanan ini dilakukan untuk menjamin kelancaran proses hukum. Piche akan mendekam di sel Mapolres Belu bersama dua tersangka lainnya, yakni Roy Mali dan Rival Sila, hingga berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan.
“Saudara Piche Kota sudah kami tahan terhitung mulai pukul 01.39 Wita dini hari tadi. Karena sudah tidak membutuhkan rawat inap, yang bersangkutan langsung kami pindahkan ke ruang tahanan,” tegas AKBP Astawa seperti dilansir jawapos.com.
Kasus yang mengguncang publik Atambua ini bermula dari laporan orang tua korban berinisial AC (16) pada medio Januari lalu. Piche bersama kedua rekannya diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap siswi SMA tersebut di sebuah hotel di Atambua pada 11 Januari 2026 silam.
Meskipun penyidik telah mengantongi cukup bukti melalui gelar perkara pada Februari lalu, Piche Kota sempat meluncurkan video klarifikasi yang membantah semua tudingan. Ia mengklaim bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya adalah fitnah yang tidak berdasar.
Kendati demikian, bantahan tersebut tidak menggugurkan proses penyidikan. Polisi tetap berpegang pada alat bukti yang ada. Piche sendiri menyatakan akan bersikap kooperatif dan menghargai seluruh prosedur hukum yang kini harus ia hadapi di balik jeruji besi. (*)




