Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapakn negara bakal menambah anggaran subsidi energi demi menahan kenaikan harga BBM.
Hal itu dilakukan sebagai respons melonjaknya harga minyak mentah global imbas konflik di Timur Tengah. Maklum, Indonesia masih mengimpor minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari (bph).
Tercatat, konflik di Timur Tengah membuat harga minyak global bergejolak. Melansir Bloomberg pada Rabu (11/3/2026), harga minyak jenis Brent pengiriman Mei naik 0,4% menjadi US$88,16 per barel.
Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April menguat 0,7% menjadi US$84,00 per barel. Bahkan, pada Senin lalu harga minyak mentah tembus di atas US$100 per berel.
Harga minyak global akhir-akhir ini pun telah melampaui asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN hanya dipatok sekitar US$70 per barel.
Kendati demikian, Bahlil menekankan bahwa tidak akan kenaikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar hingga Idulfitri 2026. Menurutnya, pemerintah bakal menaikkan anggaran subsidi energi dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Negara akan hadir dengan cara menambah anggaran subsidi. Jadi kenaikan [ada] harga. Sekarang kan di APBN kita itu kan ICP, harga minyak dunia US$70. Sekarang sudah tembus US$100. Selisih kenaikan itu, APBN kita masih mampu untuk membiayai. Jadi masih ditanggung oleh negara," jelas Bahlil dalam siniar yang ditayangkan di YouTube Channel ESDM, Rabu (11/3/2026).
Di satu sisi, dia menagatkan bahwa pemerintah bakal terus mencermati perkembangan konflik terhadap harga minyak global. Menurutnya, perang memang membuat harga minyak mendidih, namun itu hanya sementara waktu.
Sebab, ada momen tertentu yang membuat harga minyak global kembali turun. Oleh karena itu, Bahlil mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah anggaran subsidi energi.
"Di dalam ratas [rapat terbatas], saya ngomong sama Menkeu, bahwa kita harus mampu memahami apa yang hari ini rakyat hadapi. Puasa, hari raya. Saya minta sekalipun ada kenaikan harga minyak dunia, tetapi untuk subsidi, tetap kita harus kasih subsidi, dan jangan ada kenaikan harga BBM subsidi," tutur Bahlil.
Namun, Bahlil mengamini bahwa kenaikan harga untuk BBM subsidi bakal mengikuti harga minyak global.
"Kalau untuk non-subsidi pasti akan menyesuaikan, mau tidak mau," kata Bahlil.
Baca Juga
- Jangan Khawatir, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Mudik Lebaran 2026 di Sumbar
- Purbaya Belum Naikkan Harga, Stok Diklaim Aman, Ini Daftar Negara Pemasok BBM RI
- Bahlil Pastikan Stok BBM saat Ini Cukup, Tak Perlu Panic Buying!





