EtIndonesia. Laporan New Tang Dynasty Television, pada 9 Maret 2026, operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-10.
Kini, AS dan Israel terus melakukan serangan udara besar-besaran terhadap target militer dan energi di Tehran, sementara Iran melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone terhadap negara-negara di kawasan sekitarnya.
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Iran adalah rezim terorisme, dan Amerika Serikat sedang bergerak menuju tujuan untuk menghancurkan kemampuan terorisme Iran.
AS dan Israel Terus Melancarkan SeranganPesawat tempur militer AS terus terbang melintasi wilayah operasi, menunjukkan dominasi udara yang kuat.
Rubio mengatakan: “Tujuan operasi ini adalah untuk menghancurkan kemampuan mereka (Iran) dalam melanjutkan aksi terorisme. Kami secara mantap bergerak menuju tujuan itu dengan kekuatan yang luar biasa dan serangan yang sangat presisi.”
AS dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Iran, posisi Garda Revolusi, serta fasilitas rudal.
Pada akhir pekan yang baru berlalu, setidaknya lima fasilitas penyimpanan minyak di Tehran juga terkena serangan hebat. Api besar menjulang tinggi ke langit, sementara asap hitam tebal menutupi udara.
Israel Serang Hezbollah di LebanonPada Senin, Israel juga melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap infrastruktur kelompok proksi Iran, Hezbollah, di Lebanon.
Israel juga mengumumkan akan mengambil tindakan terhadap lembaga keuangan Hezbollah bernama Al-Qard Al-Hassan.
Sementara itu pada 8 Maret, putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, secara resmi mengambil alih kepemimpinan rezim Iran.
Menurut laporan Fox News, Presiden Donald Trump tidak senang dengan perkembangan tersebut. Sebelumnya ia pernah mengatakan bahwa Mojtaba adalah kandidat yang tidak dapat diterima.
Rubio mengatakan: “Saat ini rezim teokratis tersebut merupakan ancaman bagi kawasan dan bahkan dunia. Ini adalah pemerintah terorisme, sebuah rezim terorisme. Kita menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka menggunakan sarana negara—seperti rudal dan drone serangan satu arah—untuk melakukan terorisme.”
Pada 17 Februari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tiba di Bandara Internasional Raja Khalid di Arab Saudi dan disambut oleh pejabat Saudi. (Sumber: Evelyn Hockstein/POOL/AFP) Turkiye Diserang Lagi, NATO Mencegat Rudal IranPada Senin (9 Maret), Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel bagian utara dan tengah, yang menyebabkan satu pekerja konstruksi warga negara Tiongkok tewas dan satu lainnya luka berat.
Selain itu, sebuah rudal balistik Iran sempat memasuki wilayah udara Turkey, namun kemudian berhasil dicegat oleh sistem pertahanan NATO.
Ini merupakan serangan kedua dalam lima hari di mana Iran menargetkan wilayah udara negara anggota NATO tersebut.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan mengatakan: “Kami sekali lagi memperingatkan (Iran) agar mereka tidak bersikeras pada tindakan mereka dan mengulangi kesalahan yang sama.”
Serangan Drone Iran di BahrainPada hari yang sama, drone Iran juga menyerang wilayah Sitra di Bahrain, menyebabkan kilang minyak penting di negara tersebut mengeluarkan asap tebal.
Negara-negara lain di kawasan Teluk seperti Qatar, Saudi Arabia, United Arab Emirates, dan Kuwait juga dilaporkan mencegat rudal dan drone yang datang.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan bahwa selama Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan udara, maka “pertahanan diri” Teheran tidak akan berhenti.
Hingga saat ini, tujuh tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam pertempuran. (Hui)
Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan





