jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah membuka opsi penundaan keberangkatan jemaah haji 2026.
Opsi itu dipertimbangkan mengingat terjadinya konflik antara Israel-Amerika Serikat dan Israel yang berdampak pada wilayah di Timur Tengah.
BACA JUGA: Dahnil Mengajak Sukarelawan Prabowo tidak Menghina Paslon Lain di Pilpres 2024
“Kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya membahaya keselamatan maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam,” ucap Dahnil di Istana Negara, pada Selasa (10/3).
Selain opsi penundaan keberangkatan ibadah haji, dibuka pilihan perubahan rute penerbangan apabila jalur utama dinilai tidak aman.
BACA JUGA: Prabowo Melantik Menteri-Wamen Haji dan Umrah, Duet Gus Irfan-Dahnil Anzar Berlanjut
“Kami siapkan rute penerbangannya berubah misalnya itu tentu bicara dengan otoritas penerbangan dan otoritas baik itu Saudi Arabia maupun berbagai negara yang nanti mempertimbangkan rute penerbangan,” kata dia.
Sementara itu, imbas konflik di Timur Tengah, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan umrah.
BACA JUGA: Saran dari Dahnil Anzar agar PIK2 Kian Maju Tanpa Melupakan Lingkungan & Relasi Sosial
“Memang sementara ini terkait dengan keberangkatan umrah masih dalam peraturan mengimbau untuk menunda keberangkatan karena eskalasi dari konflik kita tidak tahu perkembangannya,” tuturnya.
Sedangkan untuk jemaah umrah yang saat masih berada di Arab Saudi, akan didampingi agar dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.
“Negara bertanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan keselamatan jamaah,” tambah Dahnil. (mcr4/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




