FAJAR, JAKARTA – Isu tewasnya Benjamin Netanyahu semakin menguat seiring kondisi Tel Aviv yang mencekam. Keberadaan sang Perdana Menteri Israel masih misterius saat rudal Iran menghujani wilayahnya.
Berbagai spekulasi liar di media sosial terus berkembang tanpa adanya klarifikasi resmi pemerintah.
Publik dunia kini mempertanyakan posisi pasti pemimpin Israel tersebut di tengah serangan masif.
Sebelumnya diberitakan Tel Aviv saat ini berubah menjadi lautan api akibat serangan rudal balistik Iran. Suara ledakan hebat dan raungan sirene pertahanan udara memicu ekskalasi ketakutan warga sipil yang berbondong-bondong menuju bunker bawah tanah.
Di saat krisis ini memuncak, spekulasi mengenai nasib Netanyahu mulai merebak luas. Berbagai rumor menyebutkan sang pemimpin tewas. Isu lainnya menyebut terluka parah. Ada yang mengklaim dia telah melarikan diri ke luar negeri, salah satunya ke Jerman.
Laporan dari medan tempur mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara berlapis milik Israel, mulai dari Iron Dome hingga Arrow, kewalahan menghadapi volume proyektil yang sangat masif.
Beberapa rudal dilaporkan berhasil menghantam fasilitas energi vital di pesisir, mengakibatkan pemadaman listrik total yang menenggelamkan Tel Aviv dalam kegelapan.
Pemerintah Iran secara terbuka menyatakan bahwa hujan rudal ini merupakan serangan balasan atas tindakan provokatif militer Israel sebelumnya. Teheran menegaskan bahwa ini adalah bentuk pembelaan diri setelah ribuan nyawa melayang akibat serangan di wilayah mereka, termasuk fasilitas pendidikan dasar.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam unggahannya di akun X, pada Rabu (11/3/2026) mengatakan bahwa Netanyahu tidak ingin dunia melihat bagaimana kuatnya angkatan bersenjata Iran menghukum Israel.
“Ini apa yang dilaporkan di lapangan: kerusakan total Tel Aviv akibat rudal-rudal kami. para pemimpin panik dan sistem pertahanan udara dalam kekacauan. Dan kami baru saja memulai,” kata Araghchi.
Belum Ada Kabar Netanyahu
Hingga saat ini, misteri keberadaan Netanyahu menciptakan kekosongan informasi yang berbahaya di tingkat nasional. Belum ada bukti otentik atau rekaman video terbaru yang mampu memvalidasi bahwa sang Perdana Menteri dalam kondisi selamat ataupun masih berada di dalam negeri.
Absennya pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri di tengah hantaman drone dan rudal tersebut justru semakin memperkuat narasi spekulatif mengenai kondisi keselamatannya.
Dunia internasional kini menanti dengan cemas, apakah ketiadaan Netanyahu ini merupakan langkah taktis keamanan atau tanda bahwa kepemimpinan Israel sedang berada dalam guncangan hebat. (*)





