BMKG Prediksi Lebaran Idul Fitri Akan Diguyur Hujan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memprediksi kondisi cuaca selama periode mudik dan Lebaran 2026 berpotensi hujan.

Hal itu disampaikan Faisal saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di DPR, Rabu (11/3), terkait update kondisi cuaca selama masa mudik dan libur Idul Fitri.

“Untuk bulan Maret, ini umumnya diprediksi hujan pada kategori menengah hingga tinggi. Sedangkan kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” kata Faisal.

Ia menjelaskan, curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada pekan ini, sebelum perlahan menurun pada minggu berikutnya.

“Jadi diperkirakan sampai dengan minggu ini, khusus untuk di Jawa, Bali, Nusa Tenggara itu masih cukup tinggi curah hujannya, dan memasuki minggu depan itu mulai menurun,” ucap Faisal.

BMKG juga memprediksi kondisi cuaca selama periode 11–30 Maret 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun saat hari Lebaran, cuaca diperkirakan tetap berpotensi hujan.

“Di sini dapat kita lihat bahwa untuk tanggal 11 sampai 20 Maret serta 21 sampai 30 Maret, ini kondisi cuaca diprediksi hujan ringan hingga sedang,” jelas Faisal.

“Tapi pada saat lebaran sendiri, ini diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat,” tambahnya.

Faisal mengatakan sejumlah faktor atmosfer turut mempengaruhi kondisi tersebut, mulai dari Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), hingga potensi bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

“Adapun potensi dinamika atmosfer yang mempengaruhi periode hari raya dan libur Idulfitri adalah adanya Monsun Asia yang mendatangkan curah hujan lebih banyak, MJO (Madden-Julian Oscillation), dan gelombang atmosfer, dan juga ada potensi tumbuhnya bibit siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia,” ucap Faisal.

Selain itu, BMKG juga memantau Siklon Tropis Nuri yang diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun tetap memberi dampak tidak langsung pada cuaca di beberapa daerah.

“Ini adalah Siklon Nuri yang terpantau memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia, khususnya di Maluku Utara, kemudian Papua Barat, Barat Daya, dan Papua,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Permintaan Diproyeksi Tumbuh, PGN (PGAS) Targetkan Volume Niaga Gas 877 BBTUD
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Rentetan Kepala Daerah Ditangkap KPK, Wamendagri: Ancaman OTT Tak Bikin Jera
• 11 jam laludetik.com
thumb
Holding BUMN Danareksa Bantu Pemerintah Tingkatkan Pemerataan Kesejahteraan Sosial
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 181, Hari Ini Rabu 11 Maret 2026: Trian Interogasi Nathan, Aditya Dapat Kabar Mengejutkan Soal Adila
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
HUT ke-29 Kota Bekasi, KDM Pesan Segera Atasi Banjir
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.