Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia selama periode mudik Lebaran 2026.
Hal itu disampaikan Faisal dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (11/3), saat memaparkan kondisi cuaca dan dinamika atmosfer menjelang masa mudik dan libur Idul Fitri.
Menurutnya, potensi banjir rob dipicu oleh fenomena astronomi yang terjadi pada pertengahan Maret.
“Juga ada potensi banjir rob akibat adanya bulan baru pada tanggal 19 Maret serta fenomena perigee di mana jarak bulan terdekat dengan bumi tanggal 22 Maret. Ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga ada potensi banjir rob di daerah pesisir di Indonesia,” kata Faisal.
Cuaca Mudik Didominasi HujanSelain potensi banjir rob, BMKG juga memprediksi kondisi cuaca selama periode mudik akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang aktif di wilayah Indonesia.
“Adapun potensi dinamika atmosfer yang mempengaruhi periode hari raya dan libur Idul Fitri adalah adanya Monsun Asia yang mendatangkan curah hujan lebih banyak, MJO (Madden-Julian Oscillation), dan gelombang atmosfer, dan juga ada potensi tumbuhnya bibit siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia,” tutur Faisal.
Siklon Nuri Pengaruhi Cuaca di Indonesia TimurBMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis Nuri yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Ini adalah Siklon Nuri yang terpantau memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia, khususnya di Maluku Utara, kemudian Papua Barat, Barat Daya, dan Papua,” lanjutnya.
Faisal menambahkan, secara umum kondisi cuaca pada pertengahan hingga akhir Maret masih didominasi hujan ringan hingga sedang.
“Di sini dapat kita lihat bahwa untuk tanggal 11 sampai 20 Maret serta 21 sampai 30 Maret, ini kondisi cuaca diprediksi hujan ringan hingga sedang,” tambahnya.




