Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan pihaknya telah menyiapkan skenario pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi saat konflik di Timur Tengah sedang meningkat.
Irfan mengatakan, skenario yang dirumuskan berdasarkan prinsip kemanan dan keselamatan bagi jemaah haji sebagaiman perintah dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini dia sampaikan saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (11/3/2026).
"Pertama, ibadah haji tetap berangkat di tengah situasi konflik, dengan kondisi Arab Saudi membuka penyelenggaran ibadah haji yang negara Indonesia memutuskan memberangkatkan meski kemungkinan berisiko tinggi," kata Irfan.
Melalui skenario tersebut, Kementerian Haji dan Umrah melakukan mitigasi jalur berupa pengalihan jalur penerbangan untuk menghindari wilayah Iraq, Syria Iran, Israel, UAE, dan Qatar.
Sebagai alternatif, penerbangan akan dialihkan melalui jalur selatan via Samudera Hindia dan masuk melalui jalur udara Afrika Timur.
Dampak dari pengalihan jalur adalah waktu tempuh semakin panjang, melakukan technical landing di negara ketiga, dan penambahan anggaran, atau merubah slot time penerbangan agar penerbangan tetap dapat berangkat dan pulang sesuai jadwal yang ditentukan.
Baca Juga
- DPR Raker dengan Menteri Haji, Bahas Pelaksanaan Haji di Tengah Perang AS-Israel vs Iran
- 4 Skenario Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah, Dahnil: Ubah Rute hingga Tunda
- Dampak Nasib Haji 2026 Imbas Eskalasi Perang Iran vs AS
Pemerintah Indonesia, katanya, terus melakukan koordinasi secara intens dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan perjalanan ibadah haji jemaah Indonesia berlangsung kondusif. Para jemaah juga dimungkinkan mendapatkan premi asuransi khusus.
"Premi asuransi khusus berupa kemungkinan penambahan komponen war risk premium, premi risiko perang pada anggaran haji untuk menjamin perlindungan jemaah saat penyelenggaraan ibadah haji," jelasnya.
Skenario kedua adalah kemungkinan Pemerintah Indonesia membatalkan keberangkatan, walaupun PemerintahnAran Saudi tetap mengizinkan. Keputusan diambil jika kondisi tidak kunjung mereda dan berisiko besar mengancam keselamatan jemaah haji.
Namun, skenario tersebut masih membutuhkan komunikasi dan negosiasi tingkat tinggi antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi agar biaya yang telah dikirim baik konsumsi maupun transportasi tidak hangus dan dapat digunakan kembali pada penyelenggaraan ibadah haji 2027 tanpa pinalti.
Meskipun dia memahami bahwa ada potensi penolakan dari Pemerintah Arab Saudi sehingga pihaknya tengah mengantisipasi agar hal tersebut tak terjadi.
"Mitigasi keuangan, refund atau reinvestment, memberikan opsi kepada jemaah menarik kembali biaya pelunasan tanpa kehilangan kesempatan perangkat tahun depan atau membiarkan dana setelah lunas dengan kompensasi akumulasi nilai manfaat yang lebih tinggi sebagai pengganti biaya tunggu," jelasnya.
Irfan menuturkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa bahwa pembatalan ibadah haji demi keselamatan nyawa ada wajib secara agama agar masyarakat tidak tergiring opini negatif.
Pihaknya juga berpeluang membuka reorganisasi kontrak dengan maskapai dan syarikat di Arab Saudi dengan berlandaskan klausul force majeure atau keadaan darurat untuk menekan kerugian jemaah atas deposit yang sudah dibayar. Kendati demikian ada potensi penolakan dari pihak terkait.
"Skenario ketiga, pemerintah Saudi dan Indonesia membatalkan pemberangkatan karena situasi tidak terkendali. Terhadap skenario ini, kita perlu melakukan penyelamatan dana layanan yang telah terlanjur dibayar," paparnya.
Kemudian, kata Irfan, menghentikan seluruh penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, pembimbing ibadah, penyelanggara wisata dan lain sebagainya, meskipun kerja sama hampir selesai 100%.
Sebagai alternatif, pemerintah berencana memprioritaskan jemaah haji yang telah lunas agar tidak memperpanjang waktu antrian dan melakukan manasik haji mengalihkan anggaran ke program manasik terpadu dan digital atau edukasi haji jangka panjang agar jemaah tetap terjaga semangat ibadahnya meskipun terjadi penundaan ke berangkatan.





