PAM Jaya Akan Pasang Teknologi Pengubah Udara Jadi Air Minum di Sudirman–Thamrin

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAM Jaya (Perseroda) berencana memasang teknologi yang dapat mengubah udara menjadi air minum di wilayah Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, teknologi tersebut bekerja dengan menangkap kandungan air di atmosfer untuk kemudian diolah menjadi air layak minum.

“Nanti kami akan punya alat yang namanya trapping atmosphere. Jadi dia itu water trapping atmosphere, dia tidak ada sumber airnya tapi bisa menciptakan air,” ucap Arief dalam diskusi bersama media di Press Room Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Polisi Jadwalkan Pemanggilan Freya JKT48 soal Laporan Dugaan Penyalahgunaan AI

Arief menerangkan, teknologi ini bekerja dengan prinsip yang mirip dengan proses kondensasi pada pendingin ruangan.

Teknologi seperti ini, kata dia, sudah digunakan di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air, salah satunya di Afrika.

Saat ini, PAM Jaya telah memesan perangkat teknologi tersebut dan dalam beberapa bulan ke depan alat itu bisa diperkenalkan kepada publik.

Nantinya, masyarakat bisa langsung mengonsumsi air tersebut tanpa harus diolah terlebih dahulu.

Selain itu, PAM Jaya juga tengah memperluas cakupan layanan air perpipaan di Jakarta. Hingga 2025, cakupan pelayanan air bersih di Jakarta disebut telah mencapai sekitar 80 persen.

“Pelayanan kita sekarang sudah hampir 82 persen. Sambungan pelanggan sudah lebih dari 1,17 juta dan jaringan pipa juga terus bertambah,” kata Arief.

Panjang jaringan pipa air yang dikelola PAM Jaya saat ini telah mencapai sekitar 12.800 kilometer dan akan terus diperluas dalam beberapa tahun ke depan.

Arief menilai percepatan layanan air bersih penting dilakukan karena Jakarta sebagai kota global tidak seharusnya masih menghadapi persoalan keterbatasan akses air perpipaan.

Baca juga: Perampok Bunuh Pensiunan Karyawan JICT Ermanto Usman Pakai Linggis

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyoroti tingginya penggunaan air tanah di Jakarta. Menurut dia, eksploitasi air tanah yang berlebihan dapat memicu penurunan muka tanah di sejumlah wilayah.

Ia menyebut beberapa kawasan di Jakarta Utara sudah mengalami penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang masif.

“Kalau sudah tersedia air dari PAM, seharusnya tidak lagi menggunakan air tanah,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Arief menambahkan, kebijakan tersebut juga perlu didukung dengan penegakan aturan agar gedung-gedung tinggi maupun perkantoran yang sudah mendapatkan pasokan air perpipaan tidak lagi memanfaatkan air tanah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vidi Aldiano Sempat Kirim Chat Pilu ke Enzy Storia 30 Hari Sebelum Berpulang, Ungkap Kondisinya: Gue Capek Banget
• 8 jam lalugrid.id
thumb
BRI Siapkan Rp 25 Triliun untuk Tarik Tunai Jelang Lebaran 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Ungkap isi Percakapan dengan Putin soal Akhiri Perang Iran, Begini Katanya! | KOMPAS MALAM
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Yaqut
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Prabowo: Banyak Pemimpin Besar Tidak Lancar Menjaga Perdamaian
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.