VIVA – Kementerian Intelijen Iran mengatakan telah mengidentifikasi dan menangkap 30 orang yang dituduh memata-matai Amerika Serikat dan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan para tersangka termasuk terduga mata-mata, agen domestik, dan tokoh-tokoh yang terkait dengan media di beberapa provinsi.
"Selama beberapa hari terakhir, 30 mata-mata, tentara bayaran domestik, dan elemen operasional musuh Amerika-Zionis telah diidentifikasi dan ditangkap," kata kementerian tersebut dilansir Iran International, Rabu, 11 Maret 2026.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menahan 10 orang lagi yang diduga bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Sepuluh individu yang berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan Israel telah diidentifikasi dan ditahan," kata IRGC seperti dikutip oleh penyiar Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
IRGC menambahkan bahwa para tahanan tersebut akan menerima "hukuman masa perang."
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dibunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.





