Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ada 191 masjid di DIY yang disiapkan sebagai masjid ramah musafir bagi para pemudik Lebaran 2026.
Plt Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag DIY, Nurhuda, mengatakan penetapan masjid ramah musafir tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idul Fitri tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, dan Masjid Ramah Pemudik.
“Masjid ramah musafir ada di SE Menag, ada 8 kriteria,” kata Nurhuda dihubungi Pandangan Jogja, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan delapan kriteria tersebut antara lain membuka akses masjid atau musala selama 24 jam, menjaga keamanan masjid dan area parkir, menyediakan ruang layanan kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan dan toilet serta ketersediaan air bersih, menyediakan fasilitas pengisian daya baterai, menyediakan tempat beristirahat yang layak, menyediakan sarana pusat informasi yang dapat diakses, serta menyediakan air minum atau makanan ringan bagi pemudik.
Nurhuda mengatakan masjid yang ditetapkan sebagai masjid ramah musafir diharapkan dapat memenuhi kriteria tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Harapannya terpenuhi kriteria itu namun tentu sesuai dengan kemampuan masjid,” ujarnya.
Berdasarkan wilayahnya, 191 masjid ramah musafir tersebut tersebar di lima kabupaten/kota di DIY, yaitu 9 masjid di Kota Yogyakarta, 40 masjid di Sleman, 99 masjid di Bantul, 25 masjid di Kulon Progo, dan 18 masjid di Gunungkidul.
Daftar Masjid Ramah Musafir di DIY Bisa Diakses di QR Code Berikut Ini:





