jabar.jpnn.com, BOGOR - Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Langkah tersebut difokuskan pada upaya memastikan keselamatan jamaah haji Indonesia selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.
BACA JUGA: FPI Titipkan Surat kepada Presiden Prabowo, Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto adalah menyiapkan berbagai kemungkinan apabila situasi keamanan di kawasan tersebut mengalami perubahan.
Hal tersebut disampaikan Dahnil seusai menghadiri Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa.
BACA JUGA: Soal Stok BBM Nasional 20 Hari, Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tetap Tenang
“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jamaah haji. Itu yang paling penting,” ujar Dahnil.
Menurut dia, salah satu skenario yang disiapkan pemerintah adalah penyesuaian rute penerbangan menuju Arab Saudi apabila jalur penerbangan yang biasa digunakan dinilai tidak aman akibat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA: Try Sutrisno Wafat di RSPAD Jakarta, Indonesia Berduka atas Kepergian Wapres Ke-6 RI
Perubahan rute tersebut akan dikoordinasikan dengan otoritas penerbangan dan sejumlah negara yang dilintasi pesawat.
Pemerintah juga membuka kemungkinan penggunaan jalur alternatif, seperti melalui wilayah selatan atau kawasan Afrika.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan skenario penundaan keberangkatan jamaah apabila situasi konflik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jamaah.
Dahnil menyebut skenario penundaan tersebut pernah dilakukan pada masa pandemi Covid-19, ketika penyelenggaraan ibadah haji harus ditunda demi menjaga keselamatan jamaah.
“Seperti Covid misalnya yang lalu, kalau kemudian membahayakan jamaah, misalnya membahayakan keselamatan, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam,” katanya.
Saat ini pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil keputusan final terkait penyelenggaraan haji tahun ini.
Keputusan tersebut nantinya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia serta kementerian dan lembaga terkait.
Adapun keberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April mendatang, dengan catatan situasi keamanan memungkinkan dan keselamatan jamaah dapat terjamin. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)




