Aceh Timur: Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan sebanyak 3.005 unit hunian sementara (huntara) masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu sudah ditempati. Ribuan huntara tersebut tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.
"Hingga saat ini, sebanyak 3.005 unit huntara sudah ditempati masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025," kata Iskandar dihubungi dari Banda Aceh seperti dilansir Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Dari 3.005 huntara yang telah ditempati, sebanyak 2.346 unit merupakan huntara insitu, yaitu hunian yang dibangun di tanah asal warga terdampak bencana. Sementara 659 unit lainnya merupakan huntara komunal yang terpusat di suatu tempat dalam satu kawasan.
Ribuan huntara yang sudah ditempati tersebut tersebar di 18 kecamatan, meliputi Madat, Pante Bidari, Peureulak Barat, Simpang Ulim, Banda Alam, Idi Rayeuk, Peunaron, Julok, Ranto Peureulak, Serbajadi, Simpang Jernih, Rantau Selamat, Indar Makmur, Idi Tunong, Peudawa, Sungai Raya, serta Darul Aman.
Baca Juga :
Pemprov Sumut Targetkan Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
Selain huntara yang sudah ditempati, sebanyak 138 unit huntara insitu dan 14 kopel huntara komunal lainnya masih dalam proses pembangunan. Dari 138 huntara insitu yang sedang dibangun, 112 unit di antaranya dengan progres lebih dari 50 persen dan 26 unit lainnya di bawah 50 persen.
Untuk huntara komunal, dari 14 kopel yang sedang dibangun, sembilan kopel di antaranya dengan progres lebih dari 50 persen, sedangkan lima kopel lainnya dengan progres pembangunan kurang dari 50 persen.
Pembangunan huntap dan huntara warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. (Dok Bakom RI)
Iskandar menyebutkan beberapa kendala dalam pembangunan hunian sementara tersebut, di antaranya lokasi yang cukup jauh seperti di Serbajadi, Pante Bidari, dan Simpang Jernih. Lokasi yang jauh tersebut menyulitkan saat pengangkutan material huntara. Selain itu, keterbatasan dan ketersediaan material juga menjadi kendala pembangunan.
"Kendati ada kendala, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB terus memacu pembangunan hunian. Kami mengusahakan huntara tersebut sudah dapat ditempati sebelum Idulfitri 1447 Hijriah," kata Iskandar.




