Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia menjadi negara nomor tiga terbanyak penderita penyakit kusta setelah India dan Brasil. Budi merasa malu dengan predikat ini sebab terasosiasi sebagai negara miskin.
"Jadi kusta ini penyakit yang diasosiasikan dengan negara miskin. Jadi kadang-kadang kita malu juga dilihat sebagai kok terasosiasi negara miskin, ya. Setelah India dan Brasil, kita ada di sini," kata Budi saat memberikan sambutan 'Peringatan Hari Kusta Sedunia' di gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3).
Budi mengatakan kunci untuk penyakit kusta adalah pengawasan karena banyak penderita merasa malu. Padahal, kata Budi, penyakit ini telah diketahui secara saintifik seperti halnya penyakit tuberkulosis atau TBC.
"Setelah saya mempelajari ini kusta sekitar 1,5 tahun, saya sadar emang nomor satu kuncinya di surveilans, ya. Surveilans ini banyak orang suka maliu. Kusta itu dilihatnya sebagai penyakit yang apa kutukan Tuhan gitu," katanya.
"Padahal sebenarnya sudah ketahuan penyakitnya mirip sama TBC. Secara saintifik disebabkan oleh mikrobakterium leprae gitu," imbuhnya.
Budi menegaskan penularan penyakit kusta harus dihentikan. Pertama-tama, hal yang harus dilakukan adalah mencari penderitanya terlebih dahulu.
"Yang mesti kita lakukan memang semua penyakit menular itu harus dihentikan penularannya gitu, ya. Supaya dihentikan penularan harus dicari dan ditemui secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya," ucap Budi.
Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang kulit dan saraf serta dapat menyebabkan mati rasa dan kecacatan jika tidak diobati.
Beri HadiahMeski begitu, Budi menggarisbawahi terdapat masalah dalam upaya pencarian penderita kusta utamanya di daerah-daerah. Sebab penderita kerap kali merasa malu karena adanya stigma terhadap mereka.
"Masalah kusta ini kalau ketahuan banyak daerahnya malu. Ada stigma," sebut Budi.
Oleh karena itu, dalam upaya mencari penderita atau pasien kusta, Budi mengatakan akan memberikan hadiah bagi daerah yang paling banyak menemukan penderitanya.





