REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pusat operasi keamanan maritim yang dikelola Angkatan Laut Inggris, UKMTO, menerima laporan sebuah kapal kargo dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) dini hari waktu setempat. Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah peristiwa serupa menimpa kapal lain di jalur pelayaran strategis tersebut, demikian menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
UKMTO menerima laporan sebuah kapal pengangkut curah dihantam proyektil tak dikenal sekitar 50 mil laut (sekitar 93 kilometer) di barat laut Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA).
Baca Juga
Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Tak Perlu Panik
BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi
Daftar Lengkap Rotasi Pejabat TNI AD, dari Pangdam Hingga Pangkogabwilhan
Setelah dihantam proyektil, kapten kapal kemudian melapor kepada badan pemantau keamanan maritim yang berbasis di Inggris tersebut.
Tidak ada laporan kerusakan lingkungan. Awak kapal juga dilaporkan selamat dan tidak terluka, menurut pemberitahuan itu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan. Kapal-kapal yang melintasi daerah tersebut juga disarankan untuk berhati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
Insiden terbaru itu terjadi setelah laporan lain sebelumnya, pada hari yang sama, mengenai sebuah kapal kargo yang terkena proyektil tak dikenal di jalur perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari. Gangguan di selat itu telah mendorong harga minyak naik sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Eskalasi di kawasan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut hingga kini menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.