Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi berikan uang saku untuk sopir angkot, tukang becak, dan tukang andong mendadak menyita perhatian. Tak tanggung-tanggung, uang saku itu akan diberikan oleh Gubernur Jawa Barat selama satu minggu full.
Kendati demikian, sebelum edi Mulyadi janjikan uang saku untuk sopir angkot, tukang becak, dan tukang andong, ada syarat yang harus dipenuhi. Yakni dimana semua pekerja itu diharuskan tak beroperasi pada seminggu sebelum dan setelah Lebaran 2026 yang berada di jalur mudik di Jawa Barat.
Usut punya usut, hal itu dilakukan Dedi Mulyadi lantaran melihat tugas polisi yang akan berat salama kurun waktu itu. Yakni untuk mengamankan arus mudik lebaran 2026.
Sehingga Pemprov Jabar tidak akan membebankan dengan beban yang berat dengan mencoba memberikan solusi. Yakni dengan mengharuskan beberapa pekerja seperti sopir angkot, becak, dan andong untuk tidak beroperasi untuk sementara waktu.
"Seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong, dan berbagai hal lainnya dalam mencari nafkah, seminggu sebelum dan setelah Lebaran di daerah itu diliburkan seminggu.
Dan mereka akan mendapatkan uang saku selama mereka libur, agar arus tak ada penyumbatan, serta pemudik yang mudik bisa lewat Jabar dengan tentram, nyaman, dan jalannya mulus," beber Dedi Mulyadi dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan sebelumnya pernah berbicara terkait persiapan pengamanan menjelang arus mudik maupun balik Lebaran 2026. Dimana pihaknya suudah menganalisa yang terjadi dari tahun-tahun sebelumnya.
Sehingga saat momen mudik lebaran terjadi, lalu lintas akan tetap aman dan pemudik bisa merasa nyaman.
"Kami ingin tahun ini lebih sukses kembali dalam pelaksanaan pengamanan mudik Lebaran.
Lebih sukses indikatornya bahwa nanti masyarakat atau pemudik benar-benar merasakan dalam perjalanannya menuju tempat tujuan itu nyaman, aman, dan lancar.
Pasti terjadi kepadatan dan kami hadir di sana untuk membuat kepadatan itu tak menjadi suatu halangan atau gangguan," ungkap Rudi.
Rudi juga mengatakan selain solusi dari Dedi Mulyadi berikan uang saku untuk sopir angkot, tukang becak, dan tukang andong, pelayanan-pelayanan di ruas jalan baik arteri maupun tol akan ditingkatkan.
Yakni dimana dibentuk tim pengurai kemacetan. Bahkan para personel juga akan ada yang membagikan takjil ke para pengendara atau pengemudi yang ada di jalan.
"Nanti juga akan ada kerjasama dengan dewan masjid Indonesia untuk masjid-masjid di jalan arteri guna menyediakan tempat peristirahatan," imbuh Rudi dikutip dari Kompas.com.
Terakhir, terkait lalu linta di jalan Nagreg, Garut hingga Tasikmalaya, Irjen Rudi menegaskan jalur-jalur tadi memang secara infrastruktur berpotensi terjadinya kepadatan karena jalan menurun, menanjak, ada rel kereta api, dan sebagainya
"Tapi, kami sudah antisipasi, termasuk juga kerjasama dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk misalnya ada angkot atau andong yang kira-kira akan menghalangi itu, kami minta kerjasamanya supaya pada masa mudik lebaran mereka dapat bekerja melayani masyarakat dengan ketertiban sesuai dengan yang kami harapkan supaya lancar," tandas Rudi. (*)
Artikel Asli




