Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan target sumbangan atau dividen BUMN ke negara mencapai Rp800 triliun atau 5% dari aset.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya di Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia pada Rabu (11/3/2026). Prabowo mengatakan dirinya telah mendapatkan laporan soal capaian imbal hasil aset atau return on assets (RoA) Danantara naik lebih dari 300% pada 2025.
Menurutnya, ROA yang diterima saat ini oleh Danantara masih jauh dari target. Prabowo menjelaskan bahwa mengacu pada standar dunia, entitas usaha yang baik menghasilkan ROA 10%. Lebih bagus lagi mencapai 12%.
Meski begitu, Prabowo menilai capaian RoA 10% sulit dicapai dalam waktu dekat atau tahun ini. ROA 5% pun cukup bagus buat Danantara yang baru beranjak 1 tahun. Dengan RoA 5%, maka dividen yang bisa disumbangkan kepada negara dari BUMN mencapai US$50 miliar atau Rp800 triliun.
"Kalau hanya 5% return on assets, berarti Danantara harus mengembalikan ke negara US$50 miliar atau Rp800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," kata Prabowo, Rabu (11/3/2026).
Prabowo menilai target dividen dari BUMN ke negara sebesar Rp800 triliun itu bisa dicapai dengan manajemen yang baik.
Baca Juga
- Danantara, Vanguard & Investor Jumbo yang Berpeluang Tadah Dividen BBNI
- Calon DK OJK dari Danantara Usul 100 Bank Wajib Salurkan KPR untuk MBR
- Danantara Pastikan Masuk Bursa
Adapun, mengacu data Kementerian Keuangan, setoran dividen BUMN yang masuk dalam pos kekayaan negara dipisahkan, mencapai Rp86,38 triliun per Desember 2024. Realisasi itu tumbuh 5,93% secara tahunan (year-on-year/YoY) atau mencerminkan 100,62% dari target pemerintah.
Capaian setoran dividen BUMN pada 2024 terbesar dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Setoran dividen dari Himbara mencapai Rp49,59 triliun, tumbuh 21,43%.
Jika berkaca pada setahun sebelumnya atau 2023, setoran dividen dari BUMN ke negara mencapai Rp82,1 triliun. Sementara, realisasi setoran dividen BUMN ke kas negara pada 2022 mencapai Rp40,59 triliun.





