Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Kantor Konsulatnya di Isfahan

mediaindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

PEMERINTAH Rusia mengecam kerusakan yang menimpa konsulatnya di kota Isfahan, Iran, akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Moskow menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran terhadap norma internasional yang melindungi fasilitas diplomatik.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan serangan terjadi pada Minggu lalu ketika sebuah bangunan pemerintah Iran di Provinsi Isfahan menjadi sasaran serangan udara.

Juru bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, mengatakan dampak ledakan juga dirasakan di kompleks konsulat Rusia yang berada di sekitar lokasi. Tidak ada laporan korban luka serius dalam peristiwa tersebut.

Baca juga : Telepon Putin, Presiden Iran Minta Rusia Gunakan Pengaruh Redam AS-Israel

“Jendela di gedung kantor dan apartemen tempat tinggal pecah, dan beberapa pegawai sempat terpental akibat gelombang ledakan,” ujar Zakharova  dikutip Moskow Times.

Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.

“Kami menyerukan kepada semua pihak agar menghormati prinsip tidak dapat diganggunya fasilitas diplomatik,” katanya.

Baca juga : PLTN Iran Jadi Sasaran Serangan AS-Israel, Perusahaan Rusia Diperintahkan Angkat Kaki

Melalui media sosial, Zakharova juga membagikan sejumlah foto yang menunjukkan kaca-kaca pecah di area pintu masuk konsulat Rusia di Isfahan.

Dalam pernyataannya, Kemenlu Rusia tidak secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Rusia mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah misi diplomatik asing yang terdampak serangan di tengah serangan udara terhadap Iran.

Rusia yang dikenal sebagai sekutu dekat Iran sebelumnya telah menyerukan penghentian konflik di kawasan Timur Tengah. Presiden Vladimir Putin juga menegaskan dukungan Moskow kepada Teheran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari.

Sementara itu, laporan media menyebut Rusia diduga membagikan informasi intelijen kepada Iran untuk membantu menargetkan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah. (Dhk/P-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahfud MD: Tim Reformasi Polri Hasilkan 7 Buku Tebal dan 3 Dokumen Pengantar
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Tebing 100 Meter Longsor di Jepara, Akses Jalan Desa Tertutup
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Langkah Persija Makin Kuat Menuju Perburuan Gelar Juara Super League
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Wakil Bupati Rejang Lebong Tidak Ditetapkan Tersangka Usai Terjaring OTT KPK, Ada Apa?
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Hingga Februari 2026, APBN Defisit Rp135,7 Triliun
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.