Pantau - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan jamaah umrah tetap dapat melaksanakan ibadah dengan aman di Arab Saudi meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penerbangan internasional.
Kondisi Keamanan Arab Saudi Dilaporkan AmanMochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memastikan kondisi keamanan di wilayah tujuan utama ibadah umrah tetap kondusif.
Ia mengatakan, "Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti".
Pernyataan tersebut disampaikan Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII di Jakarta pada Rabu.
Ia menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak pada stabilitas keamanan regional serta aktivitas transportasi udara internasional.
Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah diketahui menutup ruang udara mereka, terutama pada jalur yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan internasional menuju kawasan Teluk.
Menurut Irfan, "Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah".
Puluhan Ribu Jamaah Masih Berada di Arab SaudiPenutupan ruang udara tersebut berdampak pada proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah.
Gangguan terutama dialami oleh jamaah yang menggunakan penerbangan dengan sistem transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Meski terjadi gangguan penerbangan, berdasarkan laporan perwakilan pemerintah serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, kondisi keamanan di kota tujuan utama ibadah seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah tetap aman.
Berdasarkan laporan yang diterima hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 jamaah umrah masih berada di Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut sekitar 14.115 jamaah berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan internasional.
Irfan mengatakan, "Kami sudah memanggil seluruh PPIU yang terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan baik".




