Kapolri Ungkap Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersatu, Jangan Sampai Terpecah

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyampaikan pesan Presiden Prabowo tentang soliditas TNI-Polri di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
  • Presiden Prabowo menekankan kekompakan TNI dan Polri sebagai kunci menjaga keutuhan negara dan amanah rakyat.
  • Soliditas institusi penting untuk menghadapi dinamika global serta mencegah perpecahan berdasarkan sejarah masa lalu.

Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya soliditas antara TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Listyo saat menghadiri acara buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Listyo, Presiden Prabowo berulang kali menegaskan bahwa kekompakan TNI dan Polri menjadi kunci menjaga keutuhan negara.

"Bapak Presiden berkali-kali selalu menyampaikan di dalam pidatonya, TNI dan Polri harus selalu bersatu, kompak dan bersinergi," ungkap Listyo.

Ia menyebut Presiden juga mengingatkan bahwa TNI dan Polri memiliki sejarah perjuangan yang sama sejak masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Beliau menyampaikan bahwa TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan. Oleh karena itu beliau selalu sampaikan maka TNI harus jadi TNI rakyat, Polri harus jadi polisinya rakyat," katanya.

Listyo menilai tugas menjaga keamanan dan pertahanan negara merupakan amanah besar yang harus dipegang setiap personel TNI dan Polri, terutama di tengah dinamika global yang terus berkembang.

"Dan oleh karena itu untuk menjaga ke depan bagaimana kita terus menjaga soliditas menjaga sinergitas dan menjaga agar TNI-Polri bisa betul-betul melaksanakan amanah menghadapi dinamika global yang ada menghadapi dampak global yang ada dan ancamannya terhadap situasi dalam negeri," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengalaman sejarah Indonesia yang pernah terpecah akibat politik devide et impera pada masa penjajahan Belanda selama ratusan tahun.

Baca Juga: TNI Masuk Fase Siaga 1, Masyarakat Khawatir Adanya Potensi Represi

"Di satu sisi kita pernah punya pengalaman bahwa kita pernah dipecah belah. Pilihan kita, kita bersatu dalam kebinekaan atau kita memilih kemudian berhasil dihasut dan dipecah belah dan kita mengalami kemunduran dan itu tugas kita bersama untuk menjaga NKRI kita yang tercinta," tegasnya.

Karena itu, Listyo menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan antara TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat agar persatuan bangsa tetap terjaga.

"Ini yang tentunya harus terus kita jaga bahwa kebersamaan antara TNI-Polri dan rakyat itu menjadi satu kesatuan untuk bisa menjaga NKRI bumi kita tercinta," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tunda Bayar Pemprov Riau ke Kabupaten/Kota Capai Rp800 Miliar
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Mau Beli Cincin Emas 1 Gram? Cek Rincian Harga Terbaru Per 11 Maret 2026
• 41 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Geger! Temuan Jenazah Perempuan dalam Kotak Kontainer di Medan | SAPA PAGI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Siapkan Delay System di Rest Area KM 68 Tol Merak Saat Mudik Lebaran
• 23 jam laludetik.com
thumb
Zionis Israel Makin Tersiksa dengan Rudal Iran, Tidur Makin Tak Nyenyak Takut 'Lewat' Mendadak
• 8 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.