Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si, mengatakan komunikasi bisa menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan negara di tengah arus globalisasi informasi.
"Di era digital yang ditandai oleh percepatan teknologi, banjir informasi, dan meningkatnya disinformasi, komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa," kata Atwar melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan pada pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2026-2030 yang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Djayusman, Kampus LSPR.
Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu mengatakan komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan dialog dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus membangun perdamaian global.
“Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ruang komunikasi publik tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun, memperkuat demokrasi, serta memperkaya kehidupan masyarakat," kata Atwar yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat ISKI periode 2026-2030.
Sementara itu, pelantikan pengurus baru masa bakti 2026–2030 diharapkan menjadi momentum penting bagi komunitas sarjana komunikasi Indonesia untuk memperkuat peran ilmu komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global di era transformasi digital.
Melalui tema Communication for National Sovereignty and Global Peace, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.
Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Baca juga: ISKI deklarasikan komunikasi kebangsaan Indonesia jaga keutuhan negara
Baca juga: ISKI Jatim ajak waspadai dampak digital pada remaja
"Di era digital yang ditandai oleh percepatan teknologi, banjir informasi, dan meningkatnya disinformasi, komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa," kata Atwar melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan pada pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2026-2030 yang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Djayusman, Kampus LSPR.
Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu mengatakan komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan dialog dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus membangun perdamaian global.
“Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ruang komunikasi publik tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun, memperkuat demokrasi, serta memperkaya kehidupan masyarakat," kata Atwar yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat ISKI periode 2026-2030.
Sementara itu, pelantikan pengurus baru masa bakti 2026–2030 diharapkan menjadi momentum penting bagi komunitas sarjana komunikasi Indonesia untuk memperkuat peran ilmu komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global di era transformasi digital.
Melalui tema Communication for National Sovereignty and Global Peace, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.
Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Baca juga: ISKI deklarasikan komunikasi kebangsaan Indonesia jaga keutuhan negara
Baca juga: ISKI Jatim ajak waspadai dampak digital pada remaja





