Terungkap, Boeing Buat 5.000 Bom Pintar Israel Rp 4,9 T

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Boeing. (REUTERS/Benoit Tessier/Pool/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan dirgantara Amerika Serikat (AS), Boeing, menandatangani kontrak baru senilai US$289 juta atau sekitar Rp4,9 triliun untuk memasok hingga 5.000 bom pintar yang diluncurkan dari udara kepada Israel. Informasi tersebut disampaikan seorang sumber kepada Reuters dikutip Kamis (12/3/2026).

Sumber menyebut kontrak tersebut merupakan kesepakatan pengadaan amunisi terbaru antara Boeing dan Israel. Namun, kontrak ini tidak berkaitan dengan operasi militer AS-Israel yang tengah berlangsung terhadap Iran. Pengiriman bom pintar tersebut dijadwalkan baru dimulai sekitar 36 bulan ke depan.


Baca: Israel Salah Sasaran, Rusia Ngamuk Dibombardir

Sebelumnya, laporan Bloomberg News yang mengutip sumber juga menyatakan bahwa pengiriman tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini menandakan kontrak tersebut lebih merupakan bagian dari penguatan kemampuan militer jangka panjang Israel.

Bom yang dipesan merupakan Small Diameter Bomb (SDB), yakni amunisi berpemandu presisi yang dirancang untuk diluncurkan dari jet tempur. Senjata ini memungkinkan pesawat Israel menyerang target dari jarak lebih dari 40 mil atau sekitar 64 kilometer dengan tingkat akurasi tinggi.

Baca: Trump Gagal Total, Iran Ejek Perang AS "Epic Fury" Jadi "Epic Mistake"

Kerja sama militer antara Boeing dan Israel sendiri telah berlangsung lama. Pada tahun lalu, Boeing juga memperoleh kontrak senilai US$8,6 miliar atau sekitar Rp145 triliun dari Pentagon untuk memproduksi serta mengirimkan jet tempur F-15 fighter jet ke Israel melalui skema penjualan militer antarpemerintah.

AS selama ini dikenal sebagai pemasok senjata terbesar bagi Israel, yang merupakan sekutu dekat Washington di kawasan Timur Tengah. Dukungan tersebut mencakup berbagai sistem persenjataan, mulai dari jet tempur, helikopter serang, hingga amunisi presisi.

Baca: Tok! Iran Menang Perang Lawan AS-Israel di Timur Tengah, Ini Buktinya

Reuters juga melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menggunakan kewenangan darurat untuk mempercepat penjualan lebih dari 20.000 bom ke Israel senilai sekitar US$650 juta atau sekitar Rp11 triliun. Selain itu, pejabat US Department of State menyebut Israel juga akan membeli tambahan amunisi penting senilai US$298 juta atau sekitar Rp5 triliun melalui skema penjualan komersial langsung.

Pada awal tahun ini, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui lebih dari US$6,5 miliar potensi penjualan militer kepada Israel melalui tiga kontrak terpisah. Kesepakatan tersebut termasuk rencana pengadaan helikopter serang Boeing AH-64 Apache buatan Boeing untuk memperkuat kemampuan tempur negara tersebut.

Baca: 20 Update Baru Perang Iran, 140 Tentara AS Luka-Trump Omong Doang


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BI Pastikan Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Konflik Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koperasi Merah Putih di Sumut Semakin Prospektif, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Hasil 16 Besar Liga Champions: Lamine Yamal Selamatkan Barcelona, Bayern Munich dan Atletico Madrid Pesta Gol
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemerintah Siapkan Skenario Ibadah Haji Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Isuzu Berikan Paket Umrah untuk Pelanggannya, Begini Cara Mendapatkannya!
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Jalani Fit and Proper OJK, Frederica Widyasari Janji Pulihkan Kepercayaan Publik
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.