REPUBLIKA.CO.ID, SENTANI -- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Klemens Taran meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik di Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Program Masjid Ramah Pemudik sebagai bentuk komitmen Kementerian Agama RI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga
Rudal Presisi Tinggi dengan Hulu Ledak Lebih dari 4 Ton, Iran Pecundangi AS dan Zionis Israel
Masih Perang, Kemenhaj Siapkan Tiga Skenario Haji 2026, Salah Satunya tak Berangkatkan Jamaah
Kesalnya Presiden Lee Usai AS Tarik Sistem Pertahanan Udara (THAAD) dari Korsel
Dia menjelaskan Idul Fitri selalu identik dengan tradisi mudik, di mana masyarakat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahim dengan keluarga.
Dia menjelaskan kondisi geografis di Provinsi Papua yang memiliki tantangan tersendiri membuat perjalanan mudik memerlukan perhatian khusus agar dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Karena itu perlu perhatian agar perjalanan tidak hanya aman, tetapi juga nyaman dan lancar,” ujarnya.
Dia mengharapkan melalui program itu masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
“Program tersebut juga terbuka bagi siapa saja yang melintas dan membutuhkan tempat beristirahat,” katanya.
Melalui program ini, Kemenag berharap perjalanan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih menyenangkan, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang melintas di wilayah Papua.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)