DPR Targetkan 5 RUU Rampung Tahun Ini: Perampasan Aset hingga Tenaga Kerja

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR tengah mempercepat pembahasan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) prioritas. Total ada 5 RUU yang akan dikebut pembahasannya, mulai dari RUU Perampasan Aset hingga RUU Ketenagakerjaan.

Dasco menjelaskan beberapa RUU akan lebih dulu diparipurnakan sebagai usul inisiatif DPR sebelum masuk tahap pembahasan bersama pemerintah.

“Barusan kami habis rapat di Badan Legislasi, dan sebentar lagi akan mengadakan rapat pimpinan dan rapat badan musyawarah yang pada paripurna besok, DPR akan mengesahkan di paripurna yaitu, satu, Undang-Undang Pekerja Pembantu Rumah Tangga (PPRT) menjadi usul inisiatif DPR dan akan segera dibahas untuk menjadi Undang-Undang,” kata Dasco di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (11/3).

Selain itu, DPR akan memparipurnakan RUU Hak Cipta sebagai usul inisiatif lembaga legislatif.

“Lalu yang kedua, besok juga akan diparipurnakan sebagai usul inisiatif DPR, Undang-Undang Hak Cipta,” ujarnya.

Baleg Bentuk Tim Bahas RUU Ketenagakerjaan

Di sisi lain, Badan Legislasi DPR RI juga akan mulai membentuk tim bersama serikat pekerja untuk membahas RUU Ketenagakerjaan. RUU tersebut nantinya akan disesuaikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

“Selanjutnya, Badan Legislasi akan memulai segera untuk membentuk tim bersama dengan para serikat pekerja untuk membahas Undang-Undang Tenaga Kerja yang akan sesuai dengan keputusan MK, yang akan menjadi usul inisiatif DPR,” tutur Dasco.

Selain itu, DPR juga akan membuka partisipasi publik dalam proses harmonisasi RUU Perampasan Aset serta memulai pembahasan RUU Satu Data.

“Selanjutnya juga Badan Legislasi akan juga menggelar partisipasi publik untuk pembuatan atau kemudian harmonisasi dari Undang-Undang Perampasan Aset dan berikutnya segera dibahas Undang-Undang Satu Data,” kata Dasco.

Target Rampung Tahun Ini

Dasco menargetkan sejumlah RUU tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini. Menurutnya, DPR sudah mulai membahasnya sejak awal sehingga proses legislasi diharapkan berjalan lebih cepat.

“Kita targetnya insyaallah tahun ini. Targetnya insyaallah tahun ini dapat diselesaikan,” ujar Dasco.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai karena sudah ada komitmen antara Baleg dan komisi terkait untuk mempercepat pembahasan RUU yang menjadi perhatian publik.

“Ya karena kita sudah mulai dari sekarang dan tadi sudah ada komitmen dengan para teman-teman dari Baleg maupun komisi terkait untuk kita memenuhi target Undang-Undang yang penting-penting, yang kemudian menjadi perhatian publik untuk segera diselesaikan,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Anjlok 11 Persen usai Trump Isyaratkan Deeskalasi Timur Tengah
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
70 Juta Warga RI Dilarang Pakai Medsos Mulai 28 Maret, Ini Alasannya
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Truk Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Bantang, Supir Tewas Terlindas
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tanggapi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Menimpa Atlet Kickboxing, Menopora Langsung Beri Respon Tegas!
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Bojan Hodak: Teja Paku Alam Layak Dipanggil Timnas
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.