JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Kepresidenan M Qodari mengatakan pemerintah sudah bersiap akan potensi terjadinya krisis buntut perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Hal tersebut disampaikan M Qodari dalam Program Satu Meja The Forum Kompas TV pada Rabu (11/3/2026).
“Saya kira apa yang terjadi pada beberapa waktu terakhir ini memang sudah harus kita katakan, kita siap-siap dengan krisis. Karena contohnya ya, harga minyak dunia itu meloncat sangat cepat dari sekitar 70 dolar per barel menjadi sekitar 115 (dolar per barel).” ucap Qodari.
“Jadi, kita tahu sebagai negara kita memang mengimpor bahan bakar dari luar masih cukup banyak. Kita bicara dua aspek di situ, pertama supply dan kedua harga. Lebih lanjut lagi adalah implikasi terhadap ekonomi di Indonesia.”
Baca Juga: Prabowo Peringatkan Keras Pembantunya yang Beri Laporan Palsu: Jangan Main-Main dengan Saya!
Bahkan, kata Qodari, dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran kini sudah mulai terlihat di beberapa negara.
“Contohnya Filipina. Filipina sudah melakukan beberapa adjustment misalnya mereka hari kerjanya jadi 4 hari. Kemudian, Pakistan sudah meliburkan anak sekolah, kemudian sudah WFH dan seterusnya,” kata Qodari.
“Tentu kondisi di Filipina dan di Pakistan berbeda dengan Indonesia. Contoh soal bahan bakar misalnya, kita memang mengimpor, tetapi secara persentase Filipina jauh lebih besar mengimpor karena produksi minyaknya jauh di bawah Indonesia, mereka sangat bergantung.”
Namun demikian, Qodari menekankan semua kondisi itu tetap harus ada antisipasi dari aspek energi.
Baca Juga: Menhub Jawab Protes DPR soal Tiket Pesawat Mahal: Kami Selalu Monitor Penetapan Tarif Airlines
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- m qodari
- dampak perang as-iran
- perang as-israel vs iran
- indonesia siap-siap krisis
- dampak perang





