Gus Ipul Minta Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Dipercepat

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima audiensi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026. 

Pertemuan tersebut membahas kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di kedua daerah.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Pacu Transisi Energi, Targetkan 100 Gigawatt Tenaga Surya dan Optimalkan Geotermal

BACA JUGA:Prabowo Targetkan Danantara Setor Rp800 Triliun per Tahun ke Negara

Hadir mendampingi Gus Ipul, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Kepala Biro Umum Salahudin Yahya, serta jajaran Staf Khusus Menteri. Dari Kabupaten Sigi hadir Sekretaris Daerah Nuim Hayat, Kepala Dinas Sosial Ariyanto, beserta jajaran. Sementara dari Kabupaten Lombok Tengah turut hadir Sekretaris Daerah Lalu Firman Wijaya, Kepala Dinas Sosial Masnun, beserta jajaran.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Sigi menyampaikan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang tengah diproses dari sekolah rintisan yaitu SRMP 22 Sigi.

Sementara Lombok Tengah menyampaikan kesiapan untuk segera masuk tahap pembangunan permanen, meski sebelumnya belum memiliki sekolah rintisan.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memang tidak dirancang sebagai sekolah biasa.

BACA JUGA:Praperadilan Lee Kah Hin, Oegroseno: Laporan Informasi Domainnya Intelijen, Tak ada di KUHAP

BACA JUGA:Advokat Senior Tangani Praperadilan Lee Kah Hin, Maqdir Ismail: Sumpah Palsu Tidak Ada

Menurutnya, nilai strategis program ini justru terletak pada upaya mengangkat seluruh keluarga penerima manfaat, bukan hanya menyekolahkan anak.

“Ini bukan sekolah biasa. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, orang tuanya didorong masuk Kopdes Merah Putih, orang tuanya rumahnya dibangun supaya layak huni. Itu semua bansos lengkap,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, target Sekolah Rakyat bukan hanya meluluskan siswa, melainkan memastikan keluarganya juga keluar dari kemiskinan.

“Kita tidak boleh cuma ngurus anaknya. Ini bedanya Sekolah Rakyat. Keluarganya juga harus naik. Jadi kalau lulus, tidak boleh miskin lagi,” kata Gus Ipul.

BACA JUGA:Industri Manfaatkan PLTS Atap Dukung Energi Bersih, Produksi Rendah Emisi

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengedarkan Narkoba Saat Ramadan, 39 Orang Dibekuk Polrestabes Bandung
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
BRIN-Kemenbud Sinergi Dorong Riset Peradaban & Digitalisasi Bahasa
• 13 jam laludetik.com
thumb
Diduga Balasan Milisi Pro-Iran, Fasilitas Diplomatik Amerika Serikat Kena Serang di Irak
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nyalakan Semangat Generasi Muda, UBSI Gelar SEMOT 2026 untuk Maba
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
93,5 Persen Jalan Nasional Siap Dilalui, Pemerintah Targetkan Perbaikan Jalur Mudik Rampung H-10 Lebaran
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.