BEKASI, KOMPAS.TV - Sepekan berlalu, kasus kematian Ermanto Usman, aktivis pelabuhan yang tewas di rumahnya, memasuki babak baru.
Tim Jatanras Polda Metro Jaya menangkap seorang pria diduga pelaku pembunuhan Ermanto di Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/3/2026).
Polisi mengungkap sejumlah fakta di balik kematian Ermanto.
Saat beraksi pada 2 Maret 2026, pelaku disebut memilih korban secara acak.
Pelaku melihat rumah yang paling besar, lalu masuk ke rumah dengan mencongkel jendela menggunakan linggis.
Setelah berada di dalam rumah, keberadaan pelaku dipergoki oleh istri Ermanto.
Pelaku mengaku kaget dan spontan menyerang istri Ermanto menggunakan linggis. Pelaku lalu masuk ke kamar yang terbuka dan mendapati Ermanto berada di sana.
Pelaku lalu menyerang Ermanto dan melarikan diri.
Pelaku ditangkap sepekan kemudian di Cilincing, Jakarta Utara. Polisi menembak pelaku di bagian kaki karena disebut hendak kabur.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memastikan motif kasus ini murni kekerasan yang terjadi dalam tindak pidana pencurian.
Pelaku disebut telah beraksi di beberapa tempat lain.
Polisi juga membantah kecurigaan kematian Ermanto terkait aktivitas korban yang gencar mengungkap kasus korupsi di sektor pelabuhan. Polisi memastikan pelaku tidak mengenal korban.
Sebelumnya, keluarga mencurigai ada yang janggal dalam kasus ini, karena pelaku hanya membawa kabur seluruh kunci akses rumah.
Untuk mengetahui perkembangan penyidikan kasus kematian Ermanto Usman, sudah bersama kami Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin melalui sambungan Zoom.
Baca Juga: [FULL] Kompolnas soal Motif Pembunuhan Aktivis Pelabuhan Ermanto Usman di Bekasi | KOMPAS PETANG
#pembunuhan #aktivis #ermantousman #bekasi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- pembunuhan
- ermanto usman
- bekasi
- motif pembunuhan
- pencurian





