jpnn.com, MEDAN - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyambangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejati Sumut).
Kedatangan Wamenaker Afriansyah untuk membahas sinergi strategis penegakan hukum pidana sosial dan ketenagakerjaan.
BACA JUGA: Bekali Gen Z dan Milenial Siap Kerja, Menaker Yassierli Tekankan 3 Hal Penting Ini
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar pelaksanaan kerja sosial tidak hanya menjadi bagian dari proses hukum, tetapi juga memberi manfaat sosial yang lebih luas melalui pelatihan kerja.
BACA JUGA: Menaker Yassierli Dorong Perusahaan Bantu Pekerja Kembangkan Potensi dan Keterampilan
Dalam pertemuan tersebut, Wamenaker Afriansyah dan Kepala Kejati Sumut Harli Siregar membahas sejumlah isu penting terkait ketenagakerjaan dan penegakan hukum, termasuk peluang membangun kerja sama yang lebih konkret.
Fokus pembahasan diarahkan pada upaya menghadirkan pendekatan yang tidak berhenti pada aspek sanksi, tetapi juga membuka ruang pembinaan yang memberi keterampilan dan nilai tambah.
BACA JUGA: Kemnaker-Pertamina Lakukan Pertemuan, Bahas Kolaborasi Pelatihan HSE & Operator SPBU
Menurut Wamenaker Afriansyah, sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan penting diperkuat agar kebijakan yang bersentuhan dengan aspek hukum juga dapat menghadirkan manfaat sosial yang nyata.
Koordinasi antarlembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah, dinilai perlu diperkuat agar pelaksanaannya lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.
“Pelaksanaan kerja sosial tentu harus memiliki wadah yang konkret, seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan yang berada di bawah Kemnaker," kata Wamenaker Afriansyah dalam keterangannya, Rabu (11/3).
Karena itu, menurut Wamenaker Afriansyah, perlu dibuka kerja sama agar pelaku yang menjalankan hukuman pidana sosialnya sekaligus mendapatkan pelatihan kerja yang bermanfaat bagi dirinya, sehingga pada akhirnya juga memberi manfaat di tengah masyarakat.
Wamenaker Afriansyah menegaskan pendekatan seperti ini penting agar proses penegakan hukum tidak hanya menekankan aspek hukuman, tetapi juga mendorong pembinaan yang memberi bekal keterampilan.
Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pihak yang menjalani proses tersebut, tetapi juga oleh masyarakat melalui terciptanya lingkungan sosial yang lebih produktif.
Kajati Sumut Harli Siregar menyambut baik pertemuan tersebut dan menilai langkah ini sebagai bagian penting dari penguatan koordinasi lintas lembaga.
Dia berharap sinergi Kemnaker dan Kejati Sumut ke depannya semakin kuat dan mampu melahirkan kerja sama yang lebih konkret.
"Sehingga pelaksanaan kerja sosial dapat menjadi bagian dari pembinaan yang memberi keterampilan, memperkuat kebermanfaatan, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat," kata Kajati Harli. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




