JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menilai dampak militer dari perang Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran untuk Indonesia, masih jauh.
“Saya kira untuk dampak militer secara pasti itu sepertinya kita masih jauh,” kata Hasanuddin dalam program Satu Meja The Forum yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (11/3/2026).
Oleh karena itu, dia mempertanyakan langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga 1.
“Siaga itu sesungguhnya adalah alat kendali atau alat komando dari para panglima komandan-komandan satuan,” katanya.
Baca Juga: Panglima TNI Jawab Soal Status Siaga 1: Kita Uji Kesiapsiagaan Personel
“Untuk apa? Persiapan latihan. Kemudian yang kedua, menyiapkan pasukan pada kondisi tertentu untuk digerakkan dalam melaksanakan tugas," sambungnya.
Namun, kata Hasanuddin, tugas tersebut bisa bermacam-macam, tidak sebatas tugas tempur yang disebut operasi militer perang.
"Tetapi mungkin saja operasi militer selain perang seperti bencana alam dan sebagainya.”
Di samping itu, dia menegaskan, status siaga tidak harus diterapkan di seluruh wilayah NKRI.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- tb hasanuddin
- tb hasanuddin pdip
- dampak militer indonesia
- as israel serang iran
- perang AS Israel vs Iran
- dampak perang iran





