Dalam memilih menu sahur sebagian dari kita terkadang cenderung asal-asalan. Berbagai faktor menjadi penyebab, semisal kurangnya persiapan hingga masih mengantuk sehingga malas makan. Padahal, sahur menjadi pondasi utama ketika seseorang puasa.
Dokter Spesialis Anak lulusan Universitas Gadjah Mada dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A bahkan menekankan pentingnya komposisi nutrisi dalam menyajikan menu sahur.
“Sahur yang mengandung kombinasi karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral membantu memperlambat rasa lapar dan menjaga energi lebih stabil sepanjang hari,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (12/3).
Dalam sebuah kajian yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (3/3), dia menyampaikan sejatinya puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, akan tetapi turut menjaga energi dan daya tahan tubuh sepanjang hari.
Sayangnya, masih banyak dari kita yang hanya sekadar memenuhi rasa kenyang ketika sahur, tanpa memastikan kecukupan nutrisi. Padahal, saat menikmati menu sahur, penting pula memperhatikan kombinasi karbohidrat, protein, serat, susu, serta 10 vitamin dan mineral esensial yang terkandung dalam makanan kita. Hal ini guna menjaga agar puasa tentunya tetap kuat.
Sementara itu, pendakwah Habib Ja'far menambahkan, dalam beribadah penting juga kita menjaga kesehatan dengan memastikan sahur cukup dan bergizi lengkap.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga amanah tubuh. Sahur yang bergizi adalah bentuk ikhtiar agar ibadah kita berjalan lebih optimal,” tutup Habib Ja'far.





