Malaysia mulai mengambil langkah penghematan untuk mengantisipasi dampak ekonomi global akibat perang AS–Israel dan Iran yang mengganggu pasar energi dunia. Salah satunya dengan meniadakan open house pada Lebaran tahun ini.
Seluruh kementerian, lembaga pemerintah, serta perusahaan yang terkait dengan pemerintah, akan absen membuka open house — tradisi menerima tamu secara terbuka saat Lebaran untuk bersilaturahmi dan makan bersama.
Dikutip dari Malay Mail, Kamis (12/3), Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan keputusan itu disepakati dalam rapat kabinet dan dimaksudkan sebagai sinyal bahwa sektor publik perlu menerapkan disiplin fiskal yang lebih kuat.
Ia mengatakan bahwa sebagai teladan dari kepemimpinan pemerintah, seluruh lembaga negara, perusahaan milik pemerintah (GLC), serta perusahaan investasi milik pemerintah (GLIC) tidak akan menyelenggarakan acara open house Lebaran tahun ini.
Menurut Anwar, langkah tersebut bertujuan menyampaikan pesan bahwa pengeluaran pemerintah harus dilakukan secara lebih hati-hati dan moderat.
Ia menambahkan bahwa langkah itu tetap perlu dilakukan meskipun saat ini pasokan kebutuhan pokok seperti minyak dan gas di Malaysia masih stabil.
Batasi Perjalanan ke LNSelain itu, pemerintah Malaysia juga akan membatasi perjalanan dinas luar negeri bagi para menteri, pejabat pemerintah, dan lembaga negara.
Kunjungan luar negeri hanya akan diizinkan untuk kegiatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya atau benar-benar penting dan wajib dihadiri.
Anwar juga mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan global, terutama karena ketegangan geopolitik baru-baru ini telah mengganggu pasar energi dunia.
Sebuah rapat kabinet khusus dijadwalkan pada 13 Maret untuk menilai kondisi fiskal negara serta mengevaluasi potensi dampak ekonomi dari situasi global yang sedang berkembang.
Rapat tersebut juga akan menentukan arah kebijakan dan langkah tambahan yang mungkin perlu diambil pemerintah dalam beberapa minggu mendatang.





