Iran Ancam Serang Bank AS dan Israel serta Pusat Ekonomi di Teluk

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Iran, VIVA – Ketegangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran terus meningkat. Memasuki hari ke-13 konflik, militer Iran bersumpah akan menyerang bank-bank AS dan Israel serta pusat-pusat ekonomi di kawasan.

Pernyataan ini dilontarkan oleh militer Iran pada Rabu waktu setempat menyusul dengan serangan yang menghantam sebuah bank di Teheran Iran pada Selasa malam.

Baca Juga :
Warga Israel Kelaparan Akibat Perang, Jurnalis Ini Teriak Minta Bantuan Internasional
Usai Disebut Jadi Target Serangan Rudal Iran, Di Mana Netanyahu Sekarang? Ini Faktanya

“Semalam, tentara teroris Amerika dan Zionis, setelah gagal mencapai tujuan militernya, menargetkan salah satu bank di negara ini. Warga di kawasan sebaiknya tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank-bank,” kata juru bicara komando operasi pusat militer Khatam al-Anbiya dikutip dari laman Middle East Eye, Kamis 12 Maret 2026.

Serangan udara dilaporkan menghantam sebuah gedung administrasi yang terkait dengan Bank Sepah, salah satu bank milik negara terbesar di Iran, di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah pegawai, meski jumlah pastinya belum diketahui, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.

Sementara itu, seluruh cabang HSBC di Qatar ditutup hingga waktu yang belum ditentukan demi memastikan keselamatan staf dan nasabah, demikian isi pesan singkat yang dikirim kepada para pelanggan pada Rabu.

Di tempat lain, Citi, perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat, meminta para pegawainya di Dubai untuk meninggalkan kantor pada Rabu karena meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan

Seorang sumber yang mengetahui proses evakuasi tersebut mengatakan kepada AFP bahwa karyawan diminta keluar dari kantor Citi di Dubai International Financial Centre (DIFC) serta di kawasan Oud Metha.

Para pegawai dari dua perusahaan lain di kawasan DIFC juga mengatakan kepada AFP bahwa kantor mereka turut dievakuasi sebagai langkah pencegahan setelah ancaman dari Iran.

Sebelumnya pada Rabu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel yang disebut sebagai serangan paling keras dan paling besar sejak perang dimulai pada 28 Februari.

“Perang tidak akan berhenti sampai ancaman benar-benar dihilangkan atau musuh menyerah sepenuhnya,” kata IRGC dalam pernyataannya.

Layanan darurat nasional Israel melaporkan bahwa 29 warga Israel terluka akibat berdesakan saat serangan Iran terjadi pada malam hari.

Baca Juga :
Harga BBM Naik! Negara-Negara Ini Terapkan WFH dan 4 Hari Kerja Seminggu, Akankah Indonesia Menyusul?
Bak Kota Berhantu, Intip Penampakan Terkini Tel Aviv Usai Digempur Rudal Iran
Harga Bensin di Jepang Naik Rp 17.230 per Liter Imbas Perang Iran Lawan AS-Israel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS dan Latvia Veto Resolusi DK PBB soal Gencatan Senjata di Timur Tengah
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Bank Permata (BNLI) Cetak Laba Rp 3,6 Triliun pada 2025
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
BULL Tambah Armada Kapal Tanker LNG di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Prediksi BRI Super League, Persis vs Bali United: Lanjutkan Momentum Kebangkitan!
• 14 jam lalubola.com
thumb
Fluktuatif Sepanjang Hari, IHSG Ditutup Melemah 27 Poin
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.