Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta, akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan.
Rencana itu sendiri telah dibahas bersama Wamenhan, Donny Ermawan Taufanto saat keduanya bertemu di Kantor Kemensos, Rabu (11/3). Perpindahan kepengurusan ini ditargetkan rampung pada April mendatang.
“Secara yuridis sama teknis silakan, target 1 April diserahkan. Tapi dokumennya bisa kita serahkan sebelum April, (bulan) puasa ini juga boleh,” kata Gus Ipul dikutip pada Kamis (12/3).
Lebih lanjut, Gus Ipul menyebut akan terus berkoordinasi dengan Kemhan terkait proses transisi ini. Selama proses pemindahan dan penyusunan regulasi, Kemensos akan membentuk tim transisi.
“Jadi tanggal 1 April itu, operasional sudah di Kemenhan. Nah sambil kita back-up, karena kita masih ada SDM sama pembiayaan, pembiayaan untuk pemeliharaan dan segala macam kita back-up, sampai benar-benar Kemenhan sudah ada anggarannya,” ujarnya.
Gus Ipul mengatakan, perpindahan pengelolaan ke Kemenhan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pemeliharaan hingga pengawasan terhadap keaslian dan penghormatan sesuai dengan nilai kebangsaan.
“Ini Kementerian Pertahanan sudah paling pas, sudah tidak ada lagi untuk urusan Taman Makam Pahlawan. Dari dulu saya sudah kepikiran soal pengelolaan taman makam pahlawan oleh Kemensos. Pengelolaan oleh Kemenhan ini sudah pas, untuk itu kita sambut baik arahan Presiden ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Wamenhan Donny menjelaskan untuk pengelolaan TMP Kalibata tetap akan melibatkan Garnisun.
“Ya, nanti kami pelaksanaannya di Garnisun juga Pak. Kalau enggak ya di Kodam juga,” kata Donny.
Kemudian, Donny juga mengapresiasi langkah cepat yang telah dibangun Kemensos dan Kemenhan untuk segera melakukan transisi pengelolaan TMPN. Ia menegaskan akan melaksanakan arahan presiden itu secepatnya.
“Saya rasa terima kasih, kita segera melaksanakan perintah Presiden secepatnya,” ujarnya.




