Presiden Prabowo Subianto melakukan percakapan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Keduanya membahas masalah konflik di Timur Tengah yang memanas menyusul perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Yang Mulia (Pangeran MBS) meninjau melalui telepon dengan Presiden Indonesia perkembangan eskalasi militer di kawasan dan dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional," tulis keterangan akun X Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dilihat, Kamis (12/3/2026).
Dalam percakapan dengan Pangeran MBS, Prabowo menyerukan untuk penghentian tindakan militer di Timur Tengah. Prabowo mengingatkan efek yang bisa ditimbulkan jika kawasan tersebut terus bergejolak.
"Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera aksi militer di kawasan tersebut, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan," tulis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi
Situasi di Timur Tengah saat ini terus bergejolak menyusul perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Iran telah melancarkan serangan ke sejumlah negara-negara Teluk.
Terbaru, Iran melancarkan serangan ke dua kapal tanker minyak di perairan Irak. Satu awak kapal dilaporkan meninggal akibat serangan itu.
Dilansir CNN International, Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, mengatakan ada 38 awak kapal yang berhasil diselamatkan. Para korban selamat itu semuanya berkewarganegaraan asing.
Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke dua kapal tanker minyak. Laporan stasiun penyiaran Iran, IRIB, mengatakan serangan drone bawah laut meledakkan dua kapal tanker minyak di Teluk Persia pada Rabu (11/3) malam.
Sebelumnya, sebuah sumber keamanan Irak di Basra mengatakan kepada CNN bahwa sebuah kapal Iran yang dipasangi bahan peledak diduga telah menyerang kedua kapal tersebut dan penyelidikan sedang berlangsung.
Serangan itu terjadi di perairan teritorial Irak, menurut kepala media di komando operasi gabungan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan. Ia menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan mengatakan negara tersebut berhak untuk mengambil tindakan hukum.
Saksikan Live DetikPagi:
(ygs/zap)





