Bisnis.com, MALANG — Penjualan tiket Kereta Api (KA) jarak jauh dari wilayah Malang, Jawa Timur, telah mencapai 59.093 tiket atau sekitar 43% dari total kapasitas 136.045 tempat duduk untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan Stasiun Malang menjadi stasiun dengan jumlah pemesanan tertinggi yakni 49.187 tiket, disusul Stasiun Kepanjen sebanyak 4.458 tiket, dan Stasiun Malang Kota Lama sebanyak 3.449 tiket.
"Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung secara total mencatat 1.999 tiket," kata Mahendro Trang Bawono dikutip Rabu (11/3/2026).
Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat, kata dia, pemerintah menghadirkan program diskon 30% untuk KA Ekonomi Komersial pada periode 14–29 Maret 2026.
Di wilayah Malang tersedia 46.848 tiket diskon, dan hingga saat ini 31.115 tiket atau sekitar 66% telah terjual, sehingga masih terdapat 15.733 tiket yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Prediksi puncak arus mudik berdasarkan data sementara, tanggal dengan tingkat penjualan tertinggi berada pada 17 hingga 19 Maret 2026, sehingga diperkirakan menjadi periode puncak arus mudik di wilayah Daop 8 Surabaya.
Baca Juga
- SMA di Pamekasan Tolak 1.022 Porsi MBG, Menu Lele Marinasi Masih Mentah bahkan Masih Hidup
- Avian Brands (AVIA) Masuk Top 6% Laporan Keberlanjutan Terbaik di RI
- Pemkot Surabaya Targetkan PAD Rp73 Miliar dari Sektor Parkir Tepi Jalan Umum
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, dia meyakinkan, Stasiun Malang mengoperasikan 13 perjalanan KA jarak jauh per hari yang terdiri dari 11 KA reguler dan 2 KA tambahan.
Untuk memastikan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar, KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan lebih dari 3.000 personel operasional, termasuk 157 petugas tambahan yang terdiri dari 40 PPJ Extra untuk kebutuhan pemeriksaan tambahan dalam kondisi tertentu, 106 PJL Extra guna mengakomodasi jalur perlintasan tidak terjaga dengan tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi.
Juga, 11 PJD Extra yang ditempatkan di sejumlah lokasi daerah perhatian khusus (DAPSUS) yang memerlukan pengawasan tambahan.
Di sisi pengamanan, KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan 668 personel keamanan, yang terdiri dari petugas internal KAI serta dukungan pengamanan eksternal dari unsur TNI, Polri, dan Garnisun.
Selain kesiapan personel, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan 587 unit sarana operasional, yang terdiri dari 55 lokomotif, 520 kereta, serta 12 KRDI, guna mendukung kelancaran operasional perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran.
Dari sisi prasarana, terdapat 3 titik Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS) yang menjadi fokus pengawasan di lintas Malang hingga Wlingi, yakni:
- KM 49+000 s.d 49+200 petak jalan Blimbing (BMG) – Malang (ML), Rawan Banjir;
- KM 70+500 s.d 72+300 petak jalan Kepanjen (KPN) – Ngebrug (NB), Rawan Longsor;
- KM 87+400 s.d 87+900 petak jalan Pohgajih (PGJ) – Kesamben (KSB), Rawan Longsor.
Menurutnya, seluruh titik tersebut berada dalam pemantauan intensif dengan penempatan personel siaga serta dukungan peralatan yang memadai guna memastikan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan secara strategis di emplasemen stasiun, dekat lokasi DAPSUS, serta di kantor resor agar mudah dijangkau. Kesiapan AMUS ini memungkinkan penanganan cepat apabila terjadi gangguan prasarana di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan kereta api untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI. Jika tanggal favorit sudah mendekati penuh, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif tanggal keberangkatan atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan atau connecting train agar tetap mendapatkan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel," ucapnya.





