RI Siapkan Tangki Minyak Baru, Bahlil Ungkap Sudah Ada Investornya

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa sudah ada investor yang mau membangun storage atau tangki penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) baru di Indonesia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Indonesia mau menambah kapasitas storage atau tangki minyak menjadi 3 bulan dari yang ada saat ini hanya 25 hari.

Bahlil mengatakan pembangunan storage tersebut tidak bisa hanya bergantung pada anggaran negara (APBN). Dari keseluruhan aktivitas perekonomian Indonesia, kontribusi APBN hanya sekitar 16%, sementara sebagian besar lainnya berasal dari sektor swasta. Karena itu, pemerintah perlu melibatkan pihak swasta untuk ikut berinvestasi.


Baca: RI Bakal Alihkan Impor Minyak ke AS, Tapi Pengiriman Jadi Lebih Lama

"Ini sudah ada investornya. Mohon maaf, kita membangun negara ini, total GDP kita itu kontribusi daripada APBN itu tidak lebih dari 16%. Selebihnya itu swasta. Jadi kita harus menggandeng swasta juga untuk di samping kita suruh dia bangun tidak pakai dana APBN," katanya dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, Perusahaan seperti Pertamina atau perusahaan lain yang membutuhkan pasokan minyak, misalnya untuk kilang (refinery), bisa mengambil minyak dari storage yang baru akan dibangun itu.

Nantinya, transaksinya direncanakan menggunakan rupiah. Tujuannya agar Indonesia tidak perlu mengeluarkan devisa ke luar negeri, sehingga cadangan devisa negara bisa lebih terjaga.

"Supaya apa? Devisa kita tidak keluar. Jadi negara tidak lagi mengeluarkan devisa," tambahnya.

Kendati demikian, pemerintah juga memberi ruang kepada pihak swasta yang membangun storage tersebut untuk membeli minyak mentah dari luar negeri. Minyak itu kemudian disimpan dan dipasarkan di dalam negeri. Hal ini dimungkinkan karena kebutuhan minyak Indonesia terhitung besar.

"Tetapi pihak swasta yang membangun storage itu kemudian dia juga kita kasih ruang untuk bisa membeli crude dari luar, tapi market cap-nya ada di dalam negeri. Kenapa? Karena kita punya butuh 1 juta barel per day. Jadi peluang kita, kita kasih sebagai sweetener kepada pihak swasta untuk dia melakukan investasi," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Bahlil yang juga sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, secara resmi menyerahkan dokumen studi pra-kelayakan untuk proyek hilirisasi dan ketahanan energi nasional kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengungkapkan setidaknya terdapat sebanyak 18 proyek yang telah siap masuk tahap pra-kelayakan. Adapun total nilai investasi dari 18 proyek ini mencapai US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,3 triliun.

"Kami sudah ada sekitar 18 proyek yang sudah siap pra FS-nya Pak Kepala Danantara dengan total investasi sebesar US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,3 triliun. Ini di luar ekosistem baterai mobil khusus yang kita akan bangun sesuai dengan arahan Bapak Presiden dalam ratas," kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Selasa (22/7/2025).

Bahlil memerinci bahwa dari 18 proyek tersebut, terdiri dari delapan proyek hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, dua proyek tentang hilirisasi energi, dua proyek ketahanan energi, tiga proyek hilirisasi pertanian, serta tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tol Jogja Bawen Ditargetkan Menjadi Jalur Wisata Nusantara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Tel Aviv Berlarian ke Tempat Perlindungan saat Rudal Iran Menyerang
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Direktur Dharma Polimetal (DRMA) Mundur usai 20 Tahun Menjabat
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Lebaran 2026 Tinggal Menghitung Hari, Kapan Mudik Gratis Pemprov DKI Berangkat?
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Korut Rilis Foto Putri Kim Jong Un Sedang Menembak, Isu Suksesi Menguat Lagi
• 9 jam laludetik.com
thumb
GOTO Bidik EBITDA Rp3,4 Triliun pada 2026, Meningkat 69 Persen
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.