Jakarta, tvonenews.com- Polemik izin sekolah SMK IDN yang dicabut sama Gubernur Kang Dedi Mulyadi atau disapa KDM mulai memicu kekhawatiran orang tua murid.
Kabar ini mencuat karena ramai dan viral di media sosial. Jika izin sekolah SMK IDN atau Islamic Development Network telah dicabut.
Buntut dari izin sekolah yang dicabut, sejumlah wali murid SMK IDN mulai mendatangi Bale Pananggeuhan Gedung Sate Bandung. Datang untuk mempertanyakan nasib pendidikan anak-anak mereka pasca-pencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Para wali murid mendatangi Gedung Sate menuju posko bantuan hukum Jawa Barat. Mereka mulai khawatir dengan nasib anak-anaknya siswa kelas XII tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan.
"Kami sangat kaget sekali dengan SK Gubernur yang turun tentang pembatalan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran. Saat ini sudah Maret, dan dalam waktu dekat para siswa bakal mengikuti ujian," jelas perwakilan wali murid kelas XII Sri Malahayati di Gedung Sate Bandung, dikutip dari Antara.
Atas permasalah ini, para wali murid yang mengadu ini berharap agar adanya diskresi. Sehingga para siswa, minimal kelas XII tetap bisa menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan ijazah resmi dari lembaga tersebut.
"Prioritas saat ini adalah nasib siswa. Berikan kesempatan bagi anak-anak kelas XII untuk menyelesaikan pendidikan sampai akhir tahun ajaran dan mendapatkan ijazah resmi," kata Nurdyanti, dikutip Kamis (12/3).
- istimewa
Perlu Diketahui, kasus ini bermula adanya kabar anak yang dikeluarkan dari sekolah SMK IDN karena melanggar kode etik atau kedisiplinan sekolah pada November 2025 lalu.
Atas kasus ini, orang tua terkait tidak terima. Kemudian melayangkan somasi dan gugatan perdata.
Sementara pihak sekolah pun melawan dengan laporan pidana. Tak disangka, kemudian ini berkembang sampai legalitas sekolah tersebut.
Muncul kabar adanya SK Gubernur yang mencabut izin sekolah SMK IDN itu.
- istimewa




