Pemerintah Rumania memutuskan untuk mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara di negara Eropa Timur tersebut untuk mengisi bahan bakar pesawat, yang terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Presiden Rumania Nicusor Dan mengatakan bahwa parlemen menyetujui langkah tersebut setelah sebelumnya ditinjau oleh Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional pada hari Rabu (11/3) waktu setempat. Presiden Rumania menyebutnya sebagai "penempatan sementara peralatan dan pasukan militer Amerika di Rumania". Demikian disampaikan dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dewan, dilansir Al Arabiya, Kamis (12/3/2026).
Langkah tersebut akan memungkinkan pengisian bahan bakar pesawat dan penempatan peralatan pemantauan dan komunikasi satelit, kata Dan.
Dan menambahkan bahwa peralatan tersebut bersifat "defensif" dan tidak membawa amunisi.
Dilansir Reuters, Kamis (12/3/2026), Dan sebelumnya telah mengadakan pertemuan dewan pertahanan tertinggi Uni Eropa dan negara-negara NATO, yang menyetujui permintaan Amerika tersebut. Parlemen Rumania juga memberikan suara untuk menyetujui langkah tersebut, meskipun mendapat kritik dari oposisi sayap kanan yang mengkritik rencana tersebut, meskipun mereka mengaku sebagai pendukung Presiden AS Donald Trump.
Rumania, sekutu setia Washington, adalah rumah bagi sistem pertahanan rudal balistik Aegis Ashore yang dikembangkan AS, yang dikerahkan satu dekade lalu di kota Deveselu untuk melawan potensi ancaman terhadap sekutu NATO.
Sistem ini diperbarui setelah Rusia menginvasi Ukraina.
"Kita sedang membicarakan pesawat pengisian bahan bakar, beberapa peralatan pemantauan, dan beberapa peralatan komunikasi satelit yang terkait dengan perisai Deveselu," kata Dan.
(ita/ita)





