Nadiem Makarim Bantah Konspirasi Chromebook, Sentil Pernyataan JPU

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim buka suara dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Nadiem membantah keras tuduhan konspirasi dan persekongkolan jahat dalam proyek tersebut, saat dirinya dihadirkan sebagai saksi mahkota di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/3).

BACA JUGA: Soroti Pembelaan Nadiem Makarim di Sidang Kasus Chromebook, Hinca Puji Ketelitian Jaksa

Nadiem menegaskan bahwa selama menjabat, fokus utamanya ialah transformasi digital melalui software, bukan urusan teknis pengadaan perangkat keras (hardware).

"Tidak ada sama sekali. Dan tidak ada di dunia lain di mana kami bertemu secara rahasia di masa COVID untuk melakukan persekongkolan ini," kata Nadiem dikutip JPNN.com, Kamis (12/3).

BACA JUGA: Jawab Isu Lonjakan Penghasilan, Nadiem: Salah Baca SPT

Nadiem mengaku heran dengan penerapan Pasal 55 yang seolah-olah menempatkan dirinya sebagai bagian dari komplotan. 

Dia menjelaskan bahwa urusan spesifikasi sistem operasi (OS) hingga pelaksanaan pengadaan sepenuhnya didelegasikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Direktur Jenderal.

BACA JUGA: Nadiem Sebut Tidak Ada Arahan untuk Chromebook dan Skema Google Murni CSR

"Jadi, ini Pasal 55 kan menyandera kami seolah-olah kami melakukan komplotan, sedangkan mana buktinya? Saya ini kebingungan sekali," tuturnya.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat mencecar Nadiem terkait beberapa poin pesan WhatsApp yang masuk dalam dakwaan. 

Nadiem pun memberikan klarifikasi poin demi poin. Poin, remove humans and replace with software, dia menjelaskan ini bukan berarti memecat orang, melainkan otomatisasi birokrasi yang manual menjadi digital agar lebih efisien dan hemat anggaran.

"Find internal change agents, upaya mencari talenta jujur dan hebat di internal kementerian yang selama ini terpinggirkan untuk diberi tanggung jawab besar," lanjutnya.

Pada poin bring in fresh blood from outside, dia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal seperti organisasi masyarakat dan yayasan untuk mempercepat reformasi pendidikan.

Nadiem juga membela tim teknologi yang dibentuknya. Menurutnya, para profesional kelas dunia tersebut bergabung, karena idealisme untuk membangun negara, bukan demi uang.

"Mereka mengorbankan hampir setengah daripada gaji mereka untuk membantu negara kita," ungkap pendiri Gojek tersebut.

Tak hanya soal materi perkara, Nadiem juga menyoroti jalannya persidangan. Dia merasa aneh lantaran JPU justru banyak bertanya soal riwayat bisnisnya di Gojek pada periode 2015-2019.

Menurut Nadiem, hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus pengadaan Chromebook yang sedang disidangkan.

"Saya pun tidak mengerti kenapa ditanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai saya dari tahun 2015 sampai 2018. Ini hubungannya di mana?" kata dia.

Nadiem juga memastikan bahwa sejak dilantik menjadi menteri, dirinya telah mundur total dari manajemen Gojek dan menyerahkan seluruh hak suara bisnisnya kepada rekan pendirinya demi menghindari konflik kepentingan. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JPU Buktikan Nadiem Perkaya Diri Lebih Dari Rp 6 Triliun di Kasus Chromebook


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng ENRG, BIPI Geser Mesin Cuan dari Batu Bara ke Gas
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
7 Amalan Lailatul Qadar Sesuai Sunnah untuk Meraih Keberkahan Seribu Bulan
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Titan Run 2026 Rayakan Satu Dekade, Targetkan 6.000 Pelari di ICE BSD
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
AS Disebut Salah Langkah dengan Membunuh Ayatollah Ali Khamenei, Pengamat: Iran Makin Solid
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Segini Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Barat, Cek Daftar Lengkap 27 Kabupaten dan Kota Sebelum Bayar
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.