Koleksi Raya Tobatenun: Kolaborasi Desainer Lahirkan Ragam Kreasi Tenun Batak

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Untuk menyambut lebaran, Tobatenun mengambil langkah kebersamaan dalam mengkreasikan tenun Batak. Jenama mode besutan Kerri Na Basaria ini menghadirkan koleksi Raya dengan ragam nuansa lewat kolaborasi, sesuai dengan karakteristik dan ciri khas setiap brand desainer.

Koleksi ini pertama diperkenalkan ke publik pada Februari lalu di Sopo Del Tower, Kuningan, Jakarta. Menggandeng nama-nama seperti Amotsyamsurimuda, Itang Yunasz, fbudi, Glashka, Shawl & Co, koleksi bertajuk “RAYA” ini merupakan bentuk dedikasi terhadap momen penuh kekerabatan dan kesucian yang identik dengan Ramadan dan Idulfitri.

Lewat kolaborasi bersama Itang Yunasz, tenun Batak diterjemahkan ke dalam busana modest bernuansa kontemporer. Tenun Batak yang digunakan, yakni tenun kontemporer hasil Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Ragi Hotang dan tenun tradisi Sadum hadir dalam pakaian bersiluet boxy yang versatile.

Permainan warna biru hingga merah yang muted—hasil dari pewarnaan alam di rumah pewarnaan Jabu Borna Pematangsiantar—memberikan kesan tenang, tetapi tetap mencolok untuk busana Hari Raya.

Dalam kolaborasi bersama Amotsyamsurimuda, tenun Batak diimajinasikan ke dalam pakaian bersiluet longgar dan barrel yang modern ala streetwear.

Kendati demikian, siluet modern tidak menghilangkan kesyahduan dari tenun Batak dalam koleksi bertajuk Mulak ini. Kolaborasi ini menghadirkan tenun kontemporer Shibori dan Dobar, dengan dominasi warna biru dan camel yang berkesan.

Bergeser ke arah yang lebih feminin adalah sambutan dari kolaborasi Tobatenun dan fbudi. Jenama yang digawangi oleh Felicia Budi ini menyulap tenun metode Jungkit ke dalam deretan pakaian perempuan yang santun, elegan, dan intricate.

Brand fbudi menghadirkan permainan layering, baik lewat sampiran kain tenun di pundak hingga penggunaan aksen kain tulle yang lembut. Palet warna dipilih dengan terukur: Warna-warna netral membumi yang selaras dengan siluet tenang.

Kemudian, koleksi kolaborasi dengan Glashka adalah perwujudan dari permainan tenun dan embellishment. Koleksi kreasi tenun Batak bertajuk Senandung Rona ini memadukan pakaian rona pastel dengan taburan applique bordir yang elegan.

Koleksi ini mengawinkan tenun Sumatra Utara dengan hiasan bordiran karya perajin Tasikmalaya. Dari loose outer hingga blus berstruktur, koleksi ini menampilkan feminitas dengan sentuhan fierce.

Kolaborasi Tobatenun dan Shawl & Co menghadirkan koleksi bersiluet kontemporer, memadukan warna bold seperti merah dengan rona biru yang teduh.

Menggunakan tenun kontemporer Sadum dan Jabu Bolon, koleksi ini apik dikenakan oleh para pencinta busana modern dengan sentuhan wastra tradisional. Koleksi ini menggunakan bahan linen dan katun yang ringan, sehingga cocok dikenakan kala lebaran.

Terakhir, Tobatenun juga memperkenalkan Abit Sadum Angkola dan Abit Godang, tenun historis dari Angkola, Tapanuli Selatan. Tenun penuh makna ini dipresentasikan bersandingan dengan kain ulos Sadum dan dipadukan dengan kebaya klasik lansiran House of Djuita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imbas Lele Mentah Pada Menu MBG yang Viral, BGN Hentikan Sementara Dapur SPPG di Pamekasan
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Di Balik Penghentian Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Erick Thohir Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Atlet, Menpora: Sudah Berkorban tapi Dizalimi
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
BUMI Umumkan Logo Baru, Tenyata Ini Filosofi di baliknya
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Wisma Jerman Buka Peluang Studi dan Karier di Jerman Lewat Media Gathering Surabaya
• 10 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.