Mengejutkan, Rismon Sianipar Minta Maaf kepada Jokowi

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Salah satu tersangka kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar menyampaikan klarifikasi mengejutkan terkait hasil penelitiannya selama ini.

Dalam sebuah video pernyataan terbaru, Rismon secara terbuka mengakui adanya kekeliruan dalam analisis yang ia tuangkan dalam buku tersebut. 

BACA JUGA: Analisis Terbaru Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi, Berbanding 180 Derajat

Dia menyebutkan ada data yang tidak lengkap saat pengujian awal dilakukan.

"Sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, saya secara terbuka menyatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap," ujar Rismon dalam pernyataannya.

BACA JUGA: Nuh Al-Azhar Pertanyakan Kepakaran Rismon di Bidang Forensik Digital

Rismon menjelaskan bahwa kesalahan analisis sebelumnya disebabkan oleh faktor teknis seperti rotasi, translasi, hingga resolusi data yang diuji. 

Hal ini membuatnya menarik kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menyudutkan Presiden ke-7 RI tersebut.

BACA JUGA: Kasus Ijazah Jokowi, Pengamat Anggap Aneh Rismon Diperiksa Subdit Keamanan Negara

Secara mengejutkan, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Joko Widodo. 

Dia merasa temuan lamanya telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Temuan saya sebelumnya telah melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri. Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman," tuturnya.

Pria yang menulis lebih dari 400 halaman di buku JWP itu menegaskan bahwa permintaan maaf ini adalah bentuk integritasnya sebagai seorang ilmuwan. Baginya, objektivitas harus berada di atas segalanya.

Rismon mengeklaim permintaan maaf ini dilakukan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. 

Dia menyebut langkah ini murni karena adanya kebenaran baru yang ia temukan dari hasil uji laboratorium terbaru.

Rismon juga menyatakan siap mempertanggungjawabkan pengakuan ini di ruang akademis.

Rismon tidak gentar meski keputusannya ini bakal menuai pro dan kontra di kalangan pendukungnya selama ini.

"Penelitian itu harus bersandar pada objektivitas. Inilah yang mendasari saya untuk secara terbuka menyatakan kekeliruan tersebut," kata Rismon. (mcr8/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik 6,8% Jadi US$ 68,79 per Barel
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Stop Obat Darah Tinggi Karena Takut Ginjal Rusak? Apa Benar?
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tol Surabaya-Mojokerto Tambah Petugas dan CCTV untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Refly Harun Soroti Permohonan RJ Rismon di Kasus Ijazah Jokowi: Kehendak Bebas atau Ada Tekanan?
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Kemenkeu Klaim Tekanan di Pasar Obligasi Murni Karena Faktor Eksternal
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.